Minggu, 21 Oktober 2018

Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Kasus Penipuan Investasi Bodong

Kamis, 11 Oktober 2018 22:36:29 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Kasus Penipuan Investasi Bodong

Kediri (beritajatim.com) - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri menolak eksepsi terdakwa kasus penipuan berkedok investasi bodong PT Brent Scurities dan PT Brent Ventura Jakarta, Suratna Gondo Prawiro. Penolakan tersebut dibacakan majelis hakim dalam sidang dengan agenda putusan sela, Kamis (11/10/2018).

Eksepsi terdakwa dibacakan oleh kuasa hukumnya Iksan Suprastian SH, pada sidang sebelumnya dan sudah ditanggapi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Materi eksepsi tentang dakwaan yang dinilai sumir dan kasus tersebut dianggap masuk dalam ranah perdata, bukan pidana. Pasalnya, terdakwa sudah berupaya menyelesaikan melalui Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

"Klien kami sudah berupaya menyelesaikan masalah ini melalui PKPU. Pak Yandi (sebutan terdakwa) telah membayar melalui keputusan PKPU. Bahkan, sebelumnya juga sudah ada pembayaran kepada nasabah," kata Iksan Suprastian.

Pembayaran tanggungan kepada nasabah tersebut, imbuh Iksan, menjadi terhenti karena terdakwa kini mendekam di sel tahanan. "Bagaimana pak Yandi bisa membayar, sekarang orangnya ada di dalam tahanan," imbuh pengacara dari lembaga advokat Elza Syarif ini.

Untuk diketahui, melalui PKPU, PT Brent Scurities berusaha mengembalikan uang para nasabah yang telah diinvestasikan. Melalui PKPU ini dilakukan penjadwalan ulang pelunasan utang dalam jangka waktu lima tahun. Sementara hingga kini sudah berjalan kurang lebih dua tahun sejak ada keputusan dadi Pengadilan Tata Niaga.

Terpisah, Budi Darma, salah satu korban penipuan investasi bodong ini menyambut baik putusan sela. Menurutnya, penolakan eksepsi yang diajukan terdakwa oleh majelis hakim adalah tepat. Sehingga, hal ini membuktikan bahwa terdakwa melakukan tindak pidana sebagaimana laporan korban.

Bahkan, kata Budi Darma, tedakwa tidak hanya melakukan penipuan dengan memberikan cek kosong kepada Hartono dan beberapa korban lain, melainkan juga diindikasi melakukan pencucian uang atau pidana money laundy milik pada korban.

"Untuk indikasi tindak kejahatan money laundy yang dilakukan terdakwa kini telah kami laporkan ke Polres Kediri Kota. Ada 35 orang nasabah yang menjadi korban kasus ini. Dimana, berdasarkan data kami saat laporan di kepolisian untuk Kota Kediri ada 23 orang pelapor," beber Budi Darma yang juga seorang pengusaha susu ini.

Paska putusan sela dibacakan, hakim ketua kemudian menyampaikan agenda sidang berikut nya yaitu, pemeriksaan saksi-saksi. Hakim meminta agar JPU menghadirkan para saksi untuk diperiksa secara maraton, mengingat masa penahanan terdakwa akan segera berakhir.

Pesan sama disampaikan kepada kuasa hukum terdakwa. "Bila ada saksi yang meringankan segera dihubungi dan dihadirkan ke persidangan untuk kita periksa. Jika perlu persidangan kita laksanakan setiap hari untuk mempercepat," kata majelis.

Diberitakan sebelumnya, 35 orang warga Kediri menjadi korban penipuan investasi bodong di PT Brent Scurities dan PT Brent Ventura Jakarta. Mereka menanamkan investasi uang mulai angka Rp 500 juta hingga Rp 7 miliar karena iming-iming bunga sebesar 10,5 persen per bulan, pada 2014 lalu. Akan tetapi dalam pembayaran bulan keempat, perusahaan menyatakan gagal bayar.

Setelah merasa ditipu, akhirnya korban memilih lapor polisi. Mengingat diantara korban ada yang menerima cek kosong. Salah satunya adalah Hartono, seorang pengusaha yang pernah maju dalam bursa Pemilihan Walikota Kediri, sebagai bakal calon wakil walikota Kediri yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Selain 35 warga Kediri, total korban investasi bodong keseluruhan mencapai 859 orang di seluruh Indonesia. Adapun nilai kerugian hamper Rp 1 triliun. Diantara uang yang diinvestasikan tersebut, sebagian ada yang berasal lembaga keagamaan dan yayasan. Sehingga para korban berharap aparat penegak hukum menelusuri aset – aset milik perusahaan itu sehingga bisa dikembalikan kepada para korban. [nng/suf]

Tag : penipuan

Komentar

?>