Jum'at, 19 Oktober 2018

Paguyuban TB2 Minta 2 Terdakwa Sipoa Dibebaskan, Ini Alasannya

Kamis, 11 Oktober 2018 21:56:27 WIB
Reporter : Nyuciek Asih
Paguyuban TB2 Minta 2 Terdakwa Sipoa Dibebaskan, Ini Alasannya

Surabaya (beritajatim.com) - Paguyuban Tim Baik-Baik (TB2) menyampaikan permohonan kepada majelis hakim agar dapat diberikan putusan bebas dari segala tuntutan hukuman atau memberikan hukuman yang seadil-adilnya  (Ex Aequo et Bono) terhadap terdakwa Budi Santoso dan Klemen Sukarno Candra. TB2 merupakan wadah berhimpun 200 konsumen proyek Apartemen Royal Afatar World, dan proyek lainnya yang dibangun oleh Sipoa Group Surabaya.

Hal itu disampaikan Koordinator Paguyuban TB2, Revy Yulianto – Handoko Lamijadi – Agus Tri Cahyono ketika menjadi saksi yang meringankan di muka persidangan PN Surabaya yang dipimpin oleh hakim I Wayan Sosiawan, pada sidang sebelumnya.

Menurut Handoko Lamijadi, hubungan hukum yang terjadi antara PT Bumi Samudra Jedine dengan konsumen adalah hubungan keperdataan, didasari dengan surat pemesanan yang dilakukan dengan itikad baik  PT Bumi Samudrea Jedine sebagai Developer penyedia apartemen Royal Afatar Wolrd.

"Bahwa benar  telah terjadinya keterlambatan dalam penyerahan unit apartemen antara PT. Bumi Samudra Jedine kepada konsumen, namun hal ini  adalah suatu tindakan wanprestasi sebagaimaa diatur dalam Pasal 1234 KUHPerdata yang berbunyi. Perikatan ditujukan untuk memberikan sesuatu, untuk berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu ” ujarnya.

Dimana dalam hal ini  PT. Bumi Samudra Jedine telah lalai dalam memenuhi kewajibannya.

Adanya peristiwa  keterlambatan penyerahan unit, TB2  berpendapat tidak berarti, pihak PT. Bumi Samudera Jidene selaku pengembang  berniat  telah melakukan penipuan dan atau penggelapan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP, dikarenakan proyek apartemen Royal Afatar Wolrd sudah mempunyai ijin lokasi berdasarkan Putusan Bupati Sidoardjo Nomor 188/2/404.1.3.2/2014. Kemudian sebidang tanah dengan status HGB No. 71/Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoardjo, dengan Luas 59.924 m2, yang di atasnya akan dibangun Apartemen Royal Afatar.

Selanjutnya,  IMB No. 142 Tahun 2015/Kabupaten Sidoardjo,  yang lengkap untuk membangun dari pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Ketentuan Undang-Undang  No. 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun dan telah dilakukan pemasangan tiang pancang sebanyak 2500 buah.

Namun demikian, Paguyuban TB2 sepenuhnya menghormati proses hukum Perkara Pidana Nomor Register: 1983/Pid.B/2018/PN.SBY, pada pengadilan negeri Surabaya, dengan terdakwa Budi Santoso dan Klemen Sukarno Candra yang tengah berjalan, sekaligus mengapresiasi sikap kawan-kawan konsumen proyek Apartemen Royal Alfatar World lain, yang telah memilih untuk menempuh jalur hukum, sebagai opsi penyelesaian masalah. “Namun bila ada kawan-kawan konsumen lain yang ingin menempuh jalur mediasi dalam rangka pengembalian uang (refunds) kami siap membantu memfasilitasi," jelas Handoko. [uci/but]

Tag : sipoa

Komentar

?>