Jum'at, 19 Oktober 2018

Dugaan Korupsi Kades Segoromadu

Hanya Bercelana Pendek, Samsul Huda Digiring ke Rutan Gresik

Kamis, 11 Oktober 2018 20:24:09 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Hanya Bercelana Pendek, Samsul Huda Digiring ke Rutan Gresik

Gresik (beritajatim.com) - Dugaan korupsi Kepala Desa (Kades) Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Gresik, Samsul Huda (48 memasuki babak baru. Berkas kasus dugaan korupsi dana desa senilai Rp 244 juta itu, akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik.

Dikawal oleh Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo dan Kanit Tipikor Ipda M Suparlan beserta empat anggotanya, Samsul Huda hanya mengenakan kaos dan celana pendek. Sambil membawa tas plastik langsung menempati rumah tahanan (Rutan) Rutan Banjarsari Cerme, Gresik.

"Berkasnya sudah lengkap. Hari ini tersangka telah kami limpahkan ke Kejaksaan,” ujar AKP Andaru, Kamis (11/10/2018).

Ia menambahkan, tidak ada tersangka lain dalam kasus tersebut. Tersangka yang menikmati sendiri uang hasil dugaan korupsi.

"Sebelum kami limpahkan kejaksaan. Tersangka terlebih menjalani pemeriksaan di ruang penyidik tindak pidana khusus (Pidsus). Tersangka didampingi seorang pengacaranya," tambahnya.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik Andrie Dwi Subianto menyatakan, tersangka Samsul Huda diduga telah korupsi uang dari 11 item proyek desa. Total anggaranya mencapai Rp 820 juta. Namun, dalam kenyataannya, proyek tersebut tidak sesuai dengan rencana anggara biaya (RAB).

"Kerugian negara yang ditemukan sebesar Rp 244 juta," ungkapnya.

Berdasarkan hasil audit Inspektorat dan Tim Teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR). Pembangunan drainase jalan poros desa misalanya. Anggaranya sebesar Rp 94 juta. Namun, ditemukan selisih sebesar Rp 74 juta. Sehingga, laporannya banyak yang fiktif.

Atas dasar itu, tersangka dijerat dengan Pasal 2 dan pasal 3 No 31 tahun 1999 dibuah denngan UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. “Kami percepat prosesnya supaya segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor,” tandas Andre.

Sementara itu, Kaskan, Penasehat Hukum (PH) tersangka mengaku akan mengikuti prosedur hukum yang ada. Pihaknya juga berdalih belum mengetahui secara pasti nilai kerugian negaranya.

"Kami bisa mengupayakan mengembalikan kerugian negara itu,” ujarnya. Pihaknya juga berencana akan mengajukan penangguhan penahanan," pungkasnya. [dny/but]

Komentar

?>