Sabtu, 17 Nopember 2018

Motif Penganiayaan Pemuda di Kebun Tebu

Bleyer Motor, Choir Dikeroyok Sampai Meninggal

Selasa, 09 Oktober 2018 16:36:59 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono
Bleyer Motor, Choir Dikeroyok Sampai Meninggal

Jombang (beritajatim.com) - Motif penganiayaan yang menyebabkan Abdul Choir (28), warga Dusun Sidokampir, Desa Buduksidorejo, Kecamatan Sumobito, Jombang, akhirnya terkuak.

Permasalahannya cukup sepele, para pelaku tersinggung karena korban dan rombongannya menggeber motor (bleyer) saat melintas di Jalan Raya Curahmalang. Pelaku kemudian mengeroyok korban dengan memukulinya menggunakan dahan pohon. Setelah tak berdaya, korban dibuang di kebun tebu sekitar lokasi.

"Jadi motifnya pelaku tersinggung karena korban bersama rombongan membleyer sepeda motor saat melintas di jalan Desa Curahmalang. Pengakuan pelaku seperti itu," ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jombang AKP Gatot Setyo Budi saat merilis kasus tersebut, Selasa (9/10/2018).

Gatot menjelaskan, peristiwa berdarah itu terjadi pada Senin (8/10/2018) pukul 01.00 WIB. Saat itu para pelaku sedang menjaga portal di sebelah barat dan timur Jl Raya Curahmalang. Karena jalur yang menghubungkan antar kecamatan tersebut sedang dicor.

Seiring dengan itu, rombongan korban yang berjumlah sekitar 6 orang melintas sembari membleyer sepeda motor yang mereka kendarai. Dari situlah, emosi para pelaku yang berjunlah sekitar delapan orang terpantik. Mereka langsung menghadang korban dan kawan-kawannya. Ironis bagi Abdul Choir, dia tertangkap dan dipukuli beramai-ramai hingga menghembuskan nafas terakhir.

Jasad Choir baru ditemukan pukuk 06.00 WIB dan dilaporkan polisi. Petugas langsung melakukan penyelidikan. Mengumpulkan barang bukti serta meminta keterangan saksi. Walhasil, tidak lebih dari 1x24 jam, satu pelaku bisa dibekuk. Dia adalah AF (18), warga Dusun Tegalan, Desa Curahmalang, Kecamatan Sumobito.

"Sedangkan tujuh pelaku lainnya masih buron. Namun demikian, kita sudah mengantongi identitas mereka. Kami berharap para pelaku yang kabur segera menyerahkan diri," kata Gatot mengimbau.

Selain menangkap AF, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya, satu unit sepeda motor Yamaha Mio Soul nopol S 3499 ZO, empat batang kayu yang terdapat bercak darah, serta sandal dan pakaian korban. "Pelaku dijerat pasal 170 KHUP tentang penganiayaan secara bersama-sama di depan umum hingga menyebabkab hilangnya nyawa. Ancamannya hukuman 12 tahun penjara," pungkas Gatot. [suf/but]

Komentar

?>