Kamis, 15 Nopember 2018

Kasus Penipuan Investasi Bodong

Sidang Kembali Ditunda, Kuasa Hukum Terdakwa Belum Siapkan Eksepsi

Kamis, 27 September 2018 20:54:40 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Sidang Kembali Ditunda, Kuasa Hukum Terdakwa Belum Siapkan Eksepsi

Kediri (beritajatim.com) – Pengadilan Negeri Kota Kediri kembali menggelar persidangan kasus penipuan investasi PT Brent Scurities dan PT Brent Ventura Jakarta, Kamis (27/9/2018). Tetapi, hakim kembali harus memutuskan untuk menunda persidangan karena pengacara terdakwa belum siap.

Ikhsan, selaku pengacara terdakwa Suratna Gondo Prawiro, selaku Direktur PT Brent Scurities belum siap dalam memberikan eksepsi atau keberatan terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang sebelumnya. Pernyataan kuasa hukum dari lembaga advokat ‘Elza Syarif’ ini membuat majelis hakim sempat naik pitam.

“Kami minta supaya minggu depan eksepsi sudah siap. Karena ini menyangkut dengan masa penahanan terdakwa yang akan segera habis. Bilamana perlu, persidangan akan digelar dua kali dalam seminggu,” kata hakim ketua.

Penundaan persidangan kembali ini membuat para korban investasi marah. Mereka kecewa terhadap kuasa hukum terdakwa yang belum mempersiapkan diri. “Kemarin alasan sakit, sekarang eksepsinya belum siap. Kami ingin segera ada keputusan terhadap perkara ini,” kata Hartono, salah satu korban asal Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Terdakwa Suratna Gondo Prawiro kemudian digiring kembali oleh jaksa menuju ke ruang tahanan Pengadilan Negeri Kota Kediri. Saat dikonfirmasi, terdakwa mengaku, sudah dalam keadaan sehat. Tetapi dirinya tidak menjawab pertanyaan tentang kasus hukum yang kini menjeratnya.

Sementara itu, Ikhsan, selaku kuasa hukum terdakwa mengaku, belum siap membuat eksepsi karena harus mempelajari terlebih dahulu BAP yang baru saja ia terima. “Peristiwanya ini kan cukup lama. Sehingga saya harus mempelajari terlebih dahulu,” kata Ikhsan.

Menurut Ikhsan, dalam kasus ini terdakwa juga menjadi korban penipuan oleh pihak lain, sehingga terjadi gagal bayar terhadap para nasabahnya. Pihaknya juga sudah mengupayakan penyelesaian melalui jalur Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang atau PKPU dengan cara merestrukturisasi kredit dalam jangka waktu 5 tahun.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sedikitnya 35 orang warga Kediri menjadi korban penipuan investasi ‘bodong’ di PT Brent Scurities Jakarta. Sementara itu, jumlah total korban se-Indonesia terdata kurang lebih 859 orang nasabah dengan nilai kerugian hampir Rp 1 triliun. Kasus ini terjadi, pada 2014 silam.

Para nasabah menanamkan investasi uang antara Rp 500 juta hingga Rp 5 miliar ke PT Brent Scurities Jakarta. Mereka tergiur dengan bunga yang ditawarkan sebesar 10,5 persen, atau diatas rata-rata bunga bank. Para sempat menerima pembayaran bunga sebanyak tiga kali, tetapi pada bulan keempat perusahaan tersebut menyatakan gagal bayar. (nng/kun)

Komentar

?>