Rabu, 12 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Ketidakpuasan Bisa Picu Radikalisme dan Terorisme

Rabu, 26 September 2018 18:27:14 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Ketidakpuasan Bisa Picu Radikalisme dan Terorisme

Jember (beritajatim.com) - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mensinyalir semua perguruan tinggi punya potensi kemasukan paham keagamaan radikal.

"Orang bisa terpapar paham radikal terorisme karena berbagai macam faktor: faktor ekonomi, faktor kedangkalan keilmuan, faktor ketidakpuasan, faktor dendam, faktor empati lebih tinggi," kata Kepala Sub Direktorat Bina Masyarakat Direktorat Deradikalisme BNPT Solihudin Nasution, usai kuliah umum di Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (26/9/2018).

Faktor ketidakpuasan beragam. "Tidak puas bisa kepada keluarga, bisa kepada pemerintah, kepada politik internasional. Tidak mungkin semua orang terpuaskan oleh lingkungannya. Jadi semua orang bisa terpapar," tambah Nasution.

Dalam data BNPT, ada mahasiswa, dosen, pejabat negara, dan polisi terpapar. "Maka itu, kami menggandeng semua lembaga untuk menyosialisasikan ini," kata Nasution.

BNPT sudah menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Pendidikan Tinggi. "Ketika BNPT menemukan di sebuah universitas ada penyebaran radikalisme, kami sampaikan kepada menteri. Menteri nanti menegur rektor. Kebutuhannya akan kami sampaikan. Tidak mungkin terbuka," kata Nasution.

Tahun lalu kontra radikalisasi sudah dilaksanakan di 32 provinsi yang dilakukan Direktorat Pencegahan dan masih mencakup ibu kota provinsi. "Tapi pada 2018, sosialisasi kami masuk pada kabupaten dan kota," kata Nasution.

Berdasarkan penelitian BNPT, pada 2017, daya tangkal masyarakat terhadap radikalisme di 32 provinsi di Indonesia mendekati 55 persen, kecuali Papua dan Papua Barat. "Malah ada yang mendekati 58 koma sekian persen," kata Nasution. Masyarakat diminta waspada dalam menggunakan media sosial dan bergabung dengan pengajian keagamaan. [wir/but]

Tag : teroris

Komentar

?>