Rabu, 17 Oktober 2018

Ingin Rujuk Dengan Suami, Paranormal Nekad Culik Bayi Tetangga

Rabu, 26 September 2018 18:17:52 WIB
Reporter : Nyuciek Asih
Ingin Rujuk Dengan Suami, Paranormal Nekad Culik Bayi Tetangga

Surabaya (beritajatim.com) - Murni Rahayu, wanita kelahiran 24 tahun silam ini hanya bisa menangis saat Nuarini ibu dari bayi yang dia culik didatangkan ke persidangan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (26/9/2018).

Suasana haru tampak sesaat sebelum sidang, terdakwa langsung memeluk Nuraini yang baru memasuki ruang sidang Kartika 2. Sambil terus mencium tangan Nuraini, Terdakwa menangis sesenggukan meminta maaf.

"Saya minta maaf bu, saya nggak berniat membawa lari adek," ujar Terdakwa sambil menangis.

Murni Rahayu didudukkan di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irene Ulfa atas dugaan penculikan anak yang bernama Muhammad Farkhan Akbar.

Di persidangan, Nuraini yang masih tetangga Terdakwa di losmen Walisongo jalan Nyamplungan Surabaya ini menyatakan bahwa pada awalnya dia tidak mengira bahwa Terdakwa bakal berbuat nekad. Sebab sehari-hari memang Terdakwa dekat dengan anaknya.

"Dia nggak jujur pak hakim, kalau dia jujur mungkin tidak akan seperti ini," ujar saksi.

Diakui saksi bahwa dia memang menitipkan anak bungsungnya yang saat itu berusia sembilan bulan ke Terdakwa. Saat itu, saksi mau ke Probolinggo untuk menemui saudaranya yang akan memodalinya buka butiq. Saat di Probolinggo, saksi di sms oleh Terdakwa bahwa anaknya akan dibawa selama dua hari ke Jogjakarta dan saksi pun mengizinkan.

"Namun setelah tiga hari dibawa tidak ada kabar, saya hubungi dia lewat telepon tapi nggak bisa. Saya juga tidak tau dia di Jogja tinggal dimana. Karena saya panik, jadi saya lapor polisi. Sebenarnya saya nggak berniat lapor polisi, yang penting anak saya dikembalikan. Tapi Terdakwa tidak bisa dihubungi," ujarnya.

Masih menurut saksi, setelah satu bulan dia lapor polisi. Anaknya ditemukan sedang berada di Bekasi bersama terdakwa dan suaminya. Dari situlah diketahui, bahwa terdakwa yang berprofesi sebagai paranormal ini sengaja menculik anaknya karena ingin rujuk dengan suaminya yang sempat pisah tersebut.

"Terdakwa dulu punya anak, umur empat bulan meninggal. Dan itu tidak diberitahukan terdakwa pada suaminya, saat ditelepon suaminya terdakwa selalu mengatakan bahwa anaknya baik-baik saja dan sedang tidur. Nah anak saya ini diakui sebagai anaknya terdakwa saat menyusul suaminya ke Bekasi untuk berbaikan lagi dengan suaminya," ujar saksi. [uci/ted]

Komentar

?>