Jum'at, 14 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Ngaku Bisa Jadikan PNS, Oknum Pecatan TNI Tertangkap

Selasa, 25 September 2018 19:38:09 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Ngaku Bisa Jadikan PNS, Oknum Pecatan TNI Tertangkap

Malang (beritajatim.com) - Tim Unit Reskrim Polsek Gondanglegi, menangkap seorang penipu berseragam Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan pangkat Mayor. Penipu yang ternyata oknum pecatan TNI berpangkat Prajurit Kepala (Praka) tahun 2003 itu, diketahui bernama Teguh Cahyono (49), warga Tulangan, Sidoarjo. Modus yang dilakukan tersangka, menawarkan korban menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan TNI AD.

Sehari-hari, pelaku tinggal di rumah kontrakannya di Desa Rembun, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Teguh dibekuk dibekuk di rumah korbannya yang bernama Sunanik (46), warga Dusun Krajan, Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi. Tersangka datang setelah terpancing untuk mengambil uang yang diminta.

"Pengakuannya baru satu korban saja di wilayah Gondanglegi. Namun kami masih tetap mengembangkan kasusnya, apakah ada korban penipuan lainnya," ujar Wakapolsek Gondanglegi, AKP Agus Priyono, Selasa (25/9/2018).

Menurut pengakuan korban,  kenal dengan tersangka Teguh sudah 15 tahun lalu. Ketika itu, almarhum suaminya masih hidup. Termasuk saat tersangka Teguh masih tercatat aktif sebagai anggota TNI AD.

Penipuan yang dialami, bermula dari kedatangan tersangka ke rumah korban pada bulan Mei 2018 lalu. "Dia (tersangka, red) datang dengan memakai seragam tentara dengan pangkat Mayor," terang Sunanik, ketika ditemui di Polsek Gondanglegi.

Kedatangannya mengatakan kalau ada perekrutan PNS di TNI AD. Tersangka menawarkan bisa membantu korban untuk memasukkan anaknya menjadi PNS. Karena tidak curiga, apalagi percaya bahwa tersangka masih aktif sebagai anggota TNI, korban mengiyakan dan langsung tertarik.

Korban langsung mendaftarkan dua anaknya dengan mengisi blangko yang diserahkan tersangka. Dari dua anak yang didaftarkan itu, jika ingin lolos dan masuk PNS TNI AD, tersangka meminta uang pelicin Rp 300 juta pada korban.

Sebagai biaya administrasinya, korban juga diminta uang Rp 10 juta. Setelah itu, secara bertahap tersangka meminta pembayarannya dicicil mulai Rp 3 juta sampai Rp 20 juta, hingga total uang yang sudah disetorkan sebanyak Rp 88,7 juta.

"Uang itu saya dapat dari menggadaikan sawah. Sebab selama ini saya hanya berjualan cilok untuk mencukupi kebutuhan keluarga," ungkap Sunanik, ibu tiga anak ini.

Setelah menerima sejumlah uang, tersangka menjanjikan kalau kedua anak korban akan mengikuti tes penerimaan PNS di Bandung, pada bulan April 2019. Ia menjamin kalau kedua anak korban tersebut lolos tes dan diterima langsung sebagai PNS.

Terbongkarnya aksi penipuan Teguh, yang berkedok sebagai TNI gadungan ini, bermula ketika tanpa sengaja salah satu anak korban pada malam akhir pekan lalu, mencari data tentang tersangka di media sosial. Diketahui kalau Teguh adalah pecatan TNI, dan pernah dihukum karena melakukan penipuan.

Dari situlah, korban lantas melaporkan ke petugas Polsek Gondanglegi. Untuk bisa menangkap tersangka, bekerjasama dengan korban memancingnya untuk datang ke rumah korban. Alasannya bahwa kekurangan uang Rp 125 juta yang diminta sudah ada.

Upaya ini membuahkan hasil. Begitu tersangka datang, petugas langsung menyergapnya. Selain menangkap Teguh, petugas juga mengamankan beberapa barang bukti.

Diantaranya adalah seragam TNI AD berpangkat mayor, yang di lengannya tertulis SUAD (Staf Umum Angkatan Darat) Mabesad. Termasuk beberapa stempel, puluhan blangko pendaftaran CPNS TNI AD, serta beberapa KTP dan SIM dengan alamat berbeda. Salah satunya KTP alamat Oro-oro Ombo Kota Batu.

"Tersangka kami jerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan, dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan penjara," pungkas Agus Priyono. (yog/kun)

Komentar

?>