Rabu, 12 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Tendangi Warga di Jalan, 41 Oknum Pendekar PSHT Diamankan Polisi

Minggu, 23 September 2018 09:10:00 WIB
Reporter : Lucky Aditya Ramadhan
Tendangi Warga di Jalan, 41 Oknum Pendekar PSHT Diamankan Polisi

Malang (beritajatim.com) - Mendapat laporan penganiayaan yang dialami oleh warga saat bertemu dengan rombongan konvoi pendekar silat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Polres Malang Kota langsung melakukan penghadangan di Jalan Satsui Tubun, Kota Malang atau perbatasan Kota Malang dengan Kabupaten Malang.

Kapolsek Sukun Kompol Anang Tri Hananta mengatakan bahwa sebelumnya rombongan PSHT melakukan konvoi dan berjumpa dengan beberapa penggendara motor. Saat itu ada tiga pengendara motor yang tidak mau menepi. Ketiga pengendara itu lantas dianiaya oleh oknum-oknum pendekar PSHT.

"Rombongan tersebut secara arogan memenuhi jalan raya, mengibarkan bendera dan menendang pengendara lain yang tidak mau minggir. Mengakibatkan korban luka warga Ngaglik Sukun sebanyak tiga orang luka ringan karena terjatuh dari R2," kata Anang, Minggu dinihari (23/9/2018).

Polresta kemudian melakukan penghadangan untuk mencegah bentrokan dengan warga. Sebab, aksi arogan rombongan PSHT memicu warga di sekitar lokasi keluar dari perkampungan dan memenuhi jalanan di sekitar lokasi.

"Kami bersama anggota masih melakukan penyisiran karena masih ada anggota PSHT yang lolos dan bersembunyi di rumah warga. Anggota juga masih bersiaga karena warga Ngaglik, Sukun juga melakukan pencarian terhadap anggota perguruan PSHT tersebut," papar Anang.

Saat ini 41 anggota PSHT telah diamankan oleh polisi, selain itu 27 kendaraan roda dua turut diamankan dan dibawa ke Mapolresta Malang Kota. Kini polisi masih mengejar beberapa anggota PSHT yang terlibat dalam penganiayaan itu.

"Kami telah mengamankan 41 orang yang mengaku sebagai PSHT dan 27 kendaraan roda dua. Semua pelaku ada kaitannya dengan penganiayaan di beberapa jalan," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sandi Purwanto Marta, (22) warga Klayatan menuturkan bahwa saat itu dirinya pulang kerja melintas dari arah Sumbersari. Ia melihat ada keributan antara pengguna jalan dengan anggota PSHT.

"Sempat saya video, saya dipukul dari belakang. Ada salah satu anggota PSHT yang tahu lalu HP saya di minta, video suruh di hapus," kata Sandi, Sabtu, (23/9/2018).

Sandi mengatakan usai mengabadikan aksi penganiayaan, ia lantas menuju arah pulang. Namun nahas ia dikejar hingga Jalan Raya Langsep, Sukun. Ia kemudian diminta menghapus foto dan mendapat pemukulan di bagian kepala dan punggung.

"Setelah selesai, saya jalan lalu dipukuli sebanyak 3 kali di Jalan Raya Langsep.
Kepala sama punggung yang dipukul. Saya lalu berhenti karena takut dipukuli lagi," kata Sandi.

Setelah mendapat aksi penganiayaan, Sandi melapor ke Polres Malang Kota. Mendapat laporan, Polres Malang Kota langsung melakukan pengejaran hingga Jalan Satsui Tubun atau perbatasan Kota Malang dan Kabupaten Malang. [luc/but]

Tag : sh terate

Komentar

?>