Senin, 10 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Ini Pengakuan Siswa yang Diculik Gurunya

Sabtu, 22 September 2018 17:21:42 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Ini Pengakuan Siswa yang Diculik Gurunya

Malang (beritajatim.com) - Kondisi korban penculikan berinisial LNB (9), siswa Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah (MI), warga Perum Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Sabtu (22/9/2018) siang masih sok.

Hal itu dikatakan Wakapolres Malang, Kompol Yhogi Setiawan. “Kondisi korban masih shyok. Kami masih mendampingi dan mengembalikan kondisinya supaya lebih baik lagi,” ungkap Kompol Yhogi.

LNB tiba di Satreskrim Polres Malang menggunakan mobil bersama KBO Satreskrim Polres Malang, Ipda Rudi Kuswoyo. Duduk disebelah Ipda Rudi, LNB terlihat sehat. Ditanya apa sebab ia diculik gurunya sendiri, LNB mengatakan jika ia mau diajak Sobirin (Pelaku) penculikan mencari sepeda angin miliknya yang hilang.

“Saya mau diajak mencari sepeda saya yang hilang,” kata LNB setibanya di Halaman Satreskrim Polres Malang, Sabtu (22/9/2018) siang.

LNB kemudian turun dari mobil. Ia disambut guru-guru Madrasah Ibtidaiyah, tempat LNB menuntut ilmu. Tangis LNB pun pecah. Sejumlah guru ikut menangis. Memeluk anak didiknya. LNB kemudian dibawah ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim, Polres Malang.

Diruang itu ibu kandung LNB, Ustaza Alfia (35) nampak tak kuasa menahan haru sambil menggendong adik kandung LNB yang masih balita. Alfia pun memeluk putra sulungnya. “Terimakasih atas bantuan Bapak Polisi. Alhamdulillah anak saya bisa diselamatkan,” kata Alfia dengan suara parau.

Sementara itu, Sobirin, guru bantu seni musik yang menculik LNB selama 4 hari mengaku, selama berada di gunung, ia tidak memperlakukan kasar anak didiknya. “Selama di gunung LNB hanya mengaku kedinginan pak. Terus saya peluk. Saya keloni,” kata Sobirin yang terancam hukuman 7 tahun penjara. (yog/kun)

Komentar

?>