Rabu, 17 Oktober 2018

Ini Kronologis Guru Seni Musik di Malang Culik Siswanya

Sabtu, 22 September 2018 16:40:59 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Ini Kronologis Guru Seni Musik di Malang Culik Siswanya

Malang (beritajatim.com) - Wakil Kepala Polisi Resor Malang, Kompol Yhogi Setiawan memastikan, kondisi kesehatan LNB (9), siswa Kelas IV MI yang menjadi korban penculikan sehat. Namun, guna memastikan kondisi psikis dan kesehariannya di butuhkan waktu.

“Kondisi korban baik. Tapi kita akan lakukan pemeriksaan lebih lanjut setelah ini,” tegas Kompol Yhogi, Sabtu (22/9/2018) sore pada wartawan di Mapolres Malang.

Menurut Yhogi, terungkapnya kasus ini bermula dari informasi telah ada siswa MI yang diculik seseorang tersebar melalui media sosial. “Dari informasi medsos itu kemudian kita kembangkan. Kita selidiki dan ternyata pelakunya adalah guru bantu ditempat korban sekolah,” tegas Yhogi.

Untuk membawa korban, lanjut Yhogi, pelaku bernama Sobirin (40)  warga Kampung saringan Dusun Golek, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang ini, mendatangi korban pada hari Rabu (19/9/2018) siang saat masih berada disekolah.

Kepada korban, tersangka berdalih jika sepeda angin milik korban hilang. “Pelaku berdalih jika sepeda angin korban hilang. Lalu diajak pelaku dengan alasan bersama sama mencari sepeda tersebut. Namun ada saksi yang melihat jika korban terakhir kali,  terlihat bersama pelaku,” papar Yhogi.

Setelah meninggalkan sekolah, tersangka membawa korban menuju sebuah lembah dibawah lereng Gunung Semeru. Tepatnya, di sebuah bukit bernama Bukit Paini. “Setelah kami telusuri, pada hari Kamis dan Jumat warga setempat memang melihat ada anak kecil dan pria dewasa menuju bukit Paini. Petugas sempat menyisir kawasan tersebut. Namun pelaku sudah masuk jauh ke dalam bukit dengan membawa perlengkapan camping lengkap. Termasuk membawa tenda dan makanan,” urai Yhogi.

Saat ditanya apakah pelaku meminta uang tebusan? “Kalau soal uang tebusan itu belum ada,” kata Wakapolres Malang.

Pada Jumat kemarin, Polisi sebenarnya sudah berniat mengepung tempat pelaku bersembunyi. Namun, hari mulai gelap. Polisi akhirnya bergerak Sabtu pagi ini setelah warga ada yang melihat pelaku, mencoba turun dari atas bukit. “Pelaku terpaksa kami tembak karena saat penangkapan, pelaku berusaha melawan petugas,” ucap Yhogi. (yog/kun)

Komentar

?>