Selasa, 13 Nopember 2018

Nonton Karnaval, Siswi SD Jadi Korban Asusila

Jum'at, 14 September 2018 17:36:30 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Nonton Karnaval, Siswi SD Jadi Korban Asusila

Malang (beritajatim.com) - Diduga anak gadisnya menjadi korban perkosaan, dua orang tua di Kabupaten Malang mendesak Polisi segera menangkap pelaku asusila.

Hal itu disampaikan Kariadi (42), warga Desa Rejosari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang yang juga orangtua korban bernama Ina (bukan nama sebenarnya-red), siswi SDN di wilayah Gedangan, Kabupaten Malang.

Menurut Kariadi pada wartawan menceritakan, anaknya berusia 12 tahun dan duduk di kelas VI Sekolah Dasar. Kejadian tindak pidana asusila, di duga dilakukan seorang pria berinisial S pada 7 Agustus 2018 lalu.

Menurut Kariadi, dirinya sudah melaporkan kejadian tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang pada Rabu (22/8/2018). Namun sampai hari ini,  polisi belum juga melakukan penangkapan terhadap pelaku.

“Saya sudah melaporkan kejadian itu ke Polres Malang, anak saya juga sudah divisum.Tetapi kenapa pelakunya justru  belum ditangkap,” terang Kariadi, Jumat (14/9/2018).

Kejadian asusila yang menimpa anak gadisnya, beber Kariadi, terjadi pada Selasa 7 Agustus 2018 lalu. Saat itu, anaknya menyaksikan latihan karnafal di depan rumah tetangganya bernama Pak Gito.

Anak gadis Kariadi saat itu bersama Dinda, temanya seorang pelajar SLTP. Tiba-tiba pelaku menyeret Ina ke kamar. "Kejadian ini sebenarnya cukup lama. Tetapi baru diketahui hari Rabu (22/8/2018) lalu. Pelaku saat itu minta agar anak saya tidak memberi tahu kepada siapapun. Tapi anak saya cerita ke Bibinya jika telah diperlakukan tidak senonoh oleh pelaku berinisial S, pelaku ini masih tetangga saya sendiri mas," papar Kariadi.

Setelah didesak, pelaku sempat mengakui perbuatanya di hadapan Ketua RT 59, Dusun Mulyosari, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. "Saya tetap tidak terima, saya mohon dan mohon sangat, pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai aturan Undang-Undang yang berlaku,” Kariadi berharap.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda mengatakan, masih akan mengecek lebih lanjut. "Nanti kita cek dulu, dari Gedangan ya, karena laporan di UPPA memang banyak. Kita cek dulu," kata Adrian. (yog/kun)

Tag : cabul malang

Komentar

?>