Senin, 15 Oktober 2018

Buronan Kasus Korupsi Dibekuk di Rumah Janda

Jum'at, 17 Agustus 2018 07:47:20 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Buronan Kasus Korupsi Dibekuk di Rumah Janda
foto/ilustrasi

Jember (beritajatin.com) - Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, dan Komisi Pemberantasan Korupsi bekerjasama membekuk Sucahyono Bangun, buronan kasus korupsi alokasi dana desa (ADD) dan tanah kas Desa Wringintelu, Kecamatan Puger.

"Tersangka ditangkap di Dusun Krajan, Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi pada 15 Agustua 2018, pukul 22.40," kata Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Kusworo Wibowo, Kamis (16/8/2018).

Sucahyono ditangkap di rumah kawan wanitanya yang berstatus janda berinisial B. Ia sempat melawan dan menendang pintu maupun jendela. Kepala Unit 2 Tindak Pidana Korupsi Ajun Inspektur Satu Eko Hari Purwanto terluka dalam proses penangkapan itu. Kakinya robek karena pecahan kaca.

"Kami menangkap tersangka setelah melakukan pengintaian selama satu bulan. Ada informasi dia memiliki tempat kos di Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi. Tapi ternyata dia sedang berada di rumah teman wanitanya," kata Kusworo.

Menurut Kusworo, penangkapan buronan ini diawali saat KPK melakukan supervisi terhadap kasus ini sejak Juni 2018. "Tim mengidentifikasi keberadaan DPO (Daftar Pencarian Orang) di sekitar Banyuwangi yang kemudian ditindaklanjuti oleh penyidik Polres Jember," katanya.

Sucahyono adalah kepala desa yang menjadi tersangka dugaan korupsi ADD dan tanah kas desa tahun anggaran 2013, 2014, dan 2015. Negara dirugikan Rp 511.259.127. Dia melarikan diri sejak 19 Oktober 2016.

Kusworo mengatakan, sinergi KPK dan Polres Jember sesuai Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. "Dalam kondisi tertentu, KPK juga meminta bantuan kepolisian untuk pengamanan operasi ataupun pencarian orang," katanya. [wir/suf]

Tag : korupsi

Komentar

?>