Senin, 15 Oktober 2018

MUI: Jangan Hanya Kapolres Jember!

Kamis, 16 Agustus 2018 14:04:24 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
MUI: Jangan Hanya Kapolres Jember!

Jember (beritajatim.com) - Majelis Ulama Indonesia meminta agar Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Kusworo Wibowo tak dibiarkan sendirian menghadapi dan menyelesaikan konflik berbau suku, agama, ras, antargolongan (sara).

Ketua MUI Jember Abdul Halim Subahar memuji respons cepat Kusworo dalam menyelesaikan konflik antara warga nahdliyyin dengan Sekolah Tinggi Dirasat Islam Imam Syafi'i yang dituduh wahabi.

Aksi unjuk rasa warga nahdliyyin yang menuntut pembekuan STDI sempat terjadi di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Jember.

Berkat respons cepat Kusworo melakukan mediasi kemarin, dua kubu sepakat berdamai. Halim menyayangkan ketidakhadiran petinggi Pemkab Jember kemarin.

"Kami sangat berharap Pemkab agar proaktif, Forkompimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) harus proaktif. Jangan hanya Pak Kapolres, tapi Pemkab, karena ini ada paham keagamaan, ada persoalan kamtibmas, persoalan keresahan, masalah kemasyarakatan dan kebangsaan. Kalau Forkompimda bersatu, insya Allah gangguan kamtibmas tak akan ada di Jember," kata Halim.

Forkompimda meliputi bupati dan wakil bupati, kapolres, komandan distrik militer, kepala kejaksaan negeri, ketua pengadilan negeri.

Halim berharap Pemkab Jember mengeluarkan aturan khusus untuk mengantisipasi persoalan serupa. Selama ini tak ada pencegahan dini. "Saya kira Forkompimda harus bersatu," katanya. (wir/ted)

Komentar

?>