Jum'at, 16 Nopember 2018

Korupsi Dana Desa, Kades Segoromadu Ditahan Polisi

Rabu, 15 Agustus 2018 17:40:55 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Korupsi Dana Desa, Kades Segoromadu Ditahan Polisi

Gresik (beritajatim.com) - Kepala Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Gresik, Samsul Huda (49) ditahan polisi terkait dengan penyelewengan penggunaan dana APBDes 2017.

Dari total anggaran sebesar Rp 1,21 miliar. Dalam realisasinya tersangka Samsul Huda membelanjakan anggaran tersebut mencapai Rp 820,14 juta terdapat 11 pembangunan fisik.

Namun, setelah diperiksa atau dicek yang dilakukan oleh tim ahli dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR) Gresik, tidak sesuai dengan realisasi di lapangan serta rencana anggaran biaya (RAB).

"Setelah kami selidiki selama empat bulan serta hasil pemeriksaan saksi ahli dari DPU-TR Gresik. Yang bersangkutan kami tahan karena melakukan tindak pidana korupsi. Pasalnya, pelaksanaan 11 pembangunan yang menggunakan APBDes. Tersangka tidak membentuk panitia pelaksana. Hal tersebut bertentangan dengan pasal 30 ayat (1) Perbup Gresik nomor 7 tahun 2017 tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan dan Penggunaan ADD, DD, dan BHP tahun 2017," ujar Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro, Rabu (15/08/2018).

Mantan Kapolres Bojonegoro itu menuturkan, modua operandi yang dilakukan tersangka selain tidak membentuk panitia pelaksana. Kades Segoromadu itu secara lisan hanya menunjuk orang lain untuk mengerjakan 11 kegiatan pembangunan. Tetapi, anggaran yang diberikan tidak sesuai dengan RAB.

"Harga material untuk 11 kegiatan pembangunan tidak sesuai RAB. Tapi, malah di-mark up. Dimana, tersangka membeli material bangunan dengan menggunakan badan usaha milik sendiri yaitu UD Laut Manis," tuturnya.

Tersangka lanjut Wahyu Sri Bintoro, juga mengerjakan sendiri 11 kegiatan pembangunan dengan mengatasnamakan panitia pelaksana. Laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran yang dilakukan tersangka adalah fiktif dan tidak sesuai dengan yang sebenarnya.

"Tersangka melakukan tindak pidana ini seorang diri. Atas perbuatannya itu, tersangka kami jerat dengan pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 Undang-Undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi karena merugikan negara sebesar Rp 244 juta," ujarnya.

Sementara, tersangka Samsul Huda dihadapan Kapolres AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, apa yang sudah dilakukan terkait dengan penggunaan APBDes sudah sesuai dengan kegiatan pembangunan.

"Saya menyangkal kalau dibilang korupsi. Sebab, pembangunan yang sudah dilakukan sudah ada dan saya tidak memegang uang sebesar yang dituduhkan ke diri saya," pungkasnya.[dny/ted]

Tag : dana desa

Komentar

?>