Senin, 15 Oktober 2018

KPK Panggil Wakil Bendahara Umum DPP PKB dan Wakil Ketua BPK

Rabu, 15 Agustus 2018 13:21:44 WIB
Reporter : Hendra Brata
KPK Panggil Wakil Bendahara Umum DPP PKB dan Wakil Ketua BPK

Jakarta (beritajatim.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Wakil Bendahara DPP PKB Rasta Wiguna dalam penyidikan tindak pidana korupsi suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBN-Perubahan Tahun Anggran 2018. Dia diperiksa untuk tersangka anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Amin Santono. "Diperiksa untuk tersangka AMN," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Rabu (15/8/2018).

Selain itu, KPK juga memanggil Wakil Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Bahrullah Akbar dalam kasus yang sama. Namun, kata Febri, Bahrullah diperiksa untuk tersangka Kasi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Yaya Purnomo. Untuk tersangka Yaya, KPK juga memanggil Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Kepala Dispenda Labura Agusman Sinaga, dan Sekda Labuhan Batu Habibuddin Siregar. Febri tidak menjelaskan kaitan para saksi dalam kasus tersebut.

Seperti diketahui, dalam kasus ini KPK telah menetapkan empat tersangka dalam kasus tersebut, yakni Amin Santono, Yaya Purnomo, dan Eka Kamaludin dari pihak swasta sekaligus perantara. Ketiganya diduga sebagai pihak penerima dalam kasus tersebut.
Sedangkan diduga sebagai pemberi adalah Ahmad Ghiast dari pihak swasta sekaligus kontraktor.

Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Jumat (4/5/2018) malam di Jakarta dan Bekasi. Amin diduga menerima Rp400 juta sedangkangkan Eka menerima Rp100 juta yang merupakan bagian dari "commitment fee" sebesar Rp1,7 miliar atau 7 persen dari nilai 2 proyek di Kabupaten Sumedang senilai tolta Rp25 miliar.

Sedangkan uang suap untuk Yaya belum terealisasi meski Yaya sudah menerima proposal dua proyek tersebut yaitu proyek di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan di kabupaten Sumbedang senilai Rp4 miliar dan proyek di dinas PUPR kabupaten Sumedang senilai Rp21,85 miliar.

Dalam OTT tersebut, KPK total mengamankan sejumlah aset yang diduga terkait tindak pidana yaitu logam mulia seberat 1,9 kilogram, uang Rp1,844 miliar termasuk Rp400 juta yang diamankan di lokasi OTT di restoran di kawasan Halim Perdanakusumah, serta uang dalam mata uang asing 63 ribu dolar Singapura dan 12.500 dolar AS. Uang selain Rp500 juta untuk Amin dan Eka serta emas tersebut diperoleh dari apartemen Yaya di Bekasi. (hb/kun)

Tag : kpk korupsi

Komentar

?>