Senin, 22 Oktober 2018

Hakim Vonis Prof Lany 5 Bulan Penjara

Kamis, 09 Agustus 2018 16:36:19 WIB
Reporter : Nyuciek Asih
Hakim Vonis Prof Lany 5 Bulan Penjara

Surabaya (beritajatim.com) - Majelis hakim yang diketuai Maxi Sigarlaki menjatuhkan hukuman pidana penjara selama lima bulan pada Prof Dr Lanny Kusumawati, Kamis (10/8/2018). Vonis ini lebih berat bila dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso yang dalam sidang sebelumnya menuntut pidana penjara selama tiga bulan.

Dalam pertimbangan putusan hakim disebutkan, guru besar ilmu hukum Universitas Surabaya (Ubaya) ini dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana pemalsuan surat sebagaimana tertuang dalam pasal 263 ayat 1 KUHP.

Dalam pertimbangan putusan hakim juga disebutkan jika semua unsur dalam pasal 263 ayat 1 telah terbukti dilakukan oleh terdakwa. Dan tak satupun pembelaan atau pledoi dari terdakwa maupun kuasa hukumnya dipertimbangkan oleh hakim.

"Semua unsur telah terpenuhi maka, terdakwa harus dinyatakan bersalah dan harus dihukum," ujar hakim Maxi dalam amar putusannya.

Selain itu, hakim juga mempertimbangkan hal yang memberatkan yakni terdakwa tidak mengakui perbuatannya dan perbuatan terdakwa dapat menghilangkan kepercayaan sebagai notaris. Sedangkan hal meringankan, terdakwa belum pernah dihukum serta bersikap sopan selama persidangan.

"Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah membuat surat palsu, menjatuhkan pidana penjara selama lima bulan," ujar hakim Maxi dalam putusannya.

Atas vonis ini, terdakwa Prof Lanny terlihat tertunduk lesu. Dia menyatakan tidak menerima putusan hakim dan melakukan upaya banding. "Saya banding, pak hakim," ujarnya usai berkomunikasi dengan kuasa hukumnya.

Usai sidang, kuasa hukum terdakwa yakni Syaiful Fahrudin menyatakan bahwa vonis ini tidak sesuai dengan fakta persidangan. Sebab menurut dia kerugian yang dialami pelapor ini bukan karena cover note yang dibuat terdakwa.

"Ini kan masalahnya pelapor mengajukan SHM ditolak oleh BPN dan itu bukan karena cover note," ujarnya.

Dia juga menyayangkan hakim yang tidak mempertimbangkan sama sekali pembelaan yang diajukan dan juga memvonis terdakwa lebih tinggi dari tuntutan Jaksa. "Itu tidak benar hakimnya, berlebihan itu," ujarnya.

Perlu diketahui, Prof. Dr Lanny Kusumawati Dra SH Mhum ditetapkan tersangka atas laporan Suwarlina Linaksita ke Polrestabes Surabaya. Dia dituding memberikan keterangan palsu pada akte otentik berupa cover notes dan kemudian surat keterangan perihal cover notes tersebut digunakan seseorang yang bernama Eka Ingwahjuniarti untuk mengeksekusi rumah dan tanah yang berlokasi di Jalan Kembang Jepun 29 Surabaya, yang ditempati pelapor sejak tahun 1931 tersebut. [uci/but]

Tag : pemalsuan

Komentar

?>