Selasa, 11 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Bocah Kelas 5 SD Diduga Jadi Korban Persetubuhan Dua Lelaki

Sabtu, 21 Juli 2018 00:52:04 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Bocah Kelas 5 SD Diduga Jadi Korban Persetubuhan Dua Lelaki
foto/ilustrasi

Bojonegoro (beritajatim.com) – Dua orang terlapor, berinisial RK (17) dan AG (43) warga salah satu Desa/Kecamatan Bojonegoro masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Bojonegoro. Kedua terlapor diperiksa karena diduga telah melakukan persetubuhan terhadap gadis di bawah umur.

Melati (bukan nama sebenarnya), Jumat (20/7/2018) siang terlihat duduk termenung dan sedih ketika diperiksa oleh petugas di ruangan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Bojonegoro. Bocah kelas 5 SD itu harus menerima kenyataan bahwa kesuciannya telah direnggut oleh dua orang yang masih tetangganya sendiri.

Kedua terlapor diamankan oleh jajaran Polres Bojonegoro kemarin pagi dan menjalani pemeriksaan sejak pagi hingga sore. "Belum selesai diperiksa, saya juga belum tahu kronologinya seperti apa, tunggu 1x24 jam apa naik status jadi tersangka atau tidak," ujar Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Daky Dzul Qornain.

Dia hanya membenarkan bahwa dua terlapor sedang menjalani pemeriksaan di UPPA Polres Bojonegoro. Pihaknya juga masih menunggu hasil visum dari korban. Sementara, ketika disinggung terkait salah satu terlapor yang masih di bawah umur, pria yang akrab disapa Daky itu menjelaskan bahwa tetap mengedepankan proses diversi.

"Iya kalau pelaku di bawah umur tentu mengedepankan proses diversi atau proses di luar peradilan pidana," jelasnya.

Sementara itu informasi yang dihimpun beritajatim.com, persetubuhan itu terjadi sekitar Mei silam. Lokasinya berada di rumah korban ketika dalam kondisi tidur siang.

Saat itu, korban sempat teriak namun ditutup mulutnya menggunakan kain oleh kedua terlapor. Korban akhirnya baru berani bercerita kepada orang tuanya beberapa hari kemudian. Sebenarnya, sebelum dilaporkan Polres Bojonegoro, kedua terlapor sempat mengajak berdamai, namun keluarga korban menolak.

Apabila terlapor terbukti bersalah dan dinaikkan statusnya menjadi tersangka, mereka akan terancam pasal 81 ayat 2 Undang-undang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002 tentang tindak pidana melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur, yang disertai tipu daya dan bujuk rayu.

Ancamannya, pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun. Serta denda paling sedikit Rp 60 juta dan paling banyak Rp 300 juta. [lus/suf]

Tag : perkosaan

Komentar

?>