Selasa, 20 Nopember 2018

Usulan Kajari Sumenep

Korupsi di Bawah Rp 50 Juta Tak Perlu Disidangkan

Jum'at, 20 Juli 2018 00:00:12 WIB
Reporter : Temmy P.
Korupsi di Bawah Rp 50 Juta Tak Perlu Disidangkan
foto/ilustrasi

Sumenep (beritajatim.com) - Kepala Kejaksaan Negeri Sumenep, Bambang Panca Wahyudi Hariyadi menginginkan agar perkara tindak pidana dugaan korupsi dengan nilai kerugian kecil tidak perlu disidangkan, tetapi cukup hanya membayar nilai kerugian negara.

"Hal itu sesuai surat edaran Jampidsus bahwa ada kebijakan terkait perkara dugaan korupsi dengan nilai kerugian saat penyelidikan di bawah Rp 50 juta. Setelah kerugian negara dikembalikan, maka calon tersangka tidak perlu disidangkan, tetapi cukup diserahkan ke inspektorat kalau dia PNS aktif," katanya, Kamis (19/7/2018).

Menurutnya, apabila nilai kerugiannya kecil, justru tidak seimbang dengan anggaran yang digunakan untuk operasional penanganan perkara. Apalagi untuk kasus dugaan korupsi, persidangan tidak bisa dilakukan di Sumenep, melainkan harus di Pengadilan Tipikor Surabaya.

"Lha kalau nilai kerugiannya misalnya Rp 30 juta. Ternyata operasional penanganan perkaranya di atas Rp 100 juta. Kan malah rugi negara ini. Karena itulah, diusulkan ada kebijakan khusus," paparnya.

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan, untuk mewujudkan usulan tersebut, Kejaksaan Negeri Sumenep berencana membuat MoU dengan aparat penegak hukum lainnya dan dengan pemerintah daerah.

"Harus ada sinergitas dan kesamaan visi dan misi antara kejaksaan, penyidik kepolisian, serta pemerintah daerah. Supaya kalau kerugian negara kecil, penyelidikan dikembalikan, dan calon tersangka diserahkan ke Inspektorat dan tidak perlu disidangkan," terangnya.

Ia membantah bahwa keinginan itu sama dengan melemahkan hukum untuk tindak pidana dugaan korupsi. Menurutnya, kebijakan itu sejalan dengan Inpres no 1 tahun 2016.

"Bagi kami, kering rasanya menangani perkara korupsi tetapi tidak ada uang negara yang bisa diselamatkan. Buat apa? Hanya untuk memenjarakan orang? Bukan itu target penanganan kasus korupsi. Tetap harus ada uang negara yang dikembalikan," tandasnya. [tem/suf]

Tag : korupsi

Komentar

?>