Jum'at, 19 Oktober 2018

Sadis..Pria Ini Sayat Istri dengan Pisau dan Setrika Mertua

Selasa, 17 Juli 2018 16:28:39 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Sadis..Pria Ini Sayat Istri dengan Pisau dan Setrika Mertua

Malang (beritajatim.com) - Seorang pria di Kabupaten Malang tega menganiaya istri dan mertuanya sendiri hingga mengalami luka serius. Pelaku atas nama M Gufron (43), warga Desa Belung, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang itu, kini dibawa ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang, Selasa (17/7/2018) sore untuk menjalani penahanan dan pemeriksaan.

Kanit Reskrim Polsek Poncokusumo, Aiptu Andik Risdianto, mengatakan, pelaku berniat kabur ke Gresik. Tapi setelah dilakukan pengejaran akhirnya tertangkap di wilayah Poncokusumo. “Korban ada dua orang. Yakni istri dan mertua perempuan. Kasusnya kita limpahkan ke UPPA Polres Malang,” ungkapnya, Selasa (17/7/2018) sore.

Kronologis KDRT ini berawal pada hari Minggu (15/7/2018) di istri pelaku bernama Ana Nur Rahmawati (27), sekira pukul 15.30 wib, di Desa Karanganyar, Poncokusumo.

Korban sudah pulang ke rumah orangtuanya sejak satu bulan lalu. Hal itu dikarenakan tersangka kerap marah-marah tanpa sebab. Sekira pukul satu siang hari Minggu, pelaku berniat menjemput korban untuk diajak pulang kerumahnya di Desa Belung.

Pelaku memaksa korban pulang dengan cara diseret. Namun, korban tetap tak mau pulang. Korban lari ke dapur. Mendengar perkelahian suami istri, Umi Farida (46), mertua tersangka sekaligus ibu kandung dari korban berupaya melerai. Namun, ibu korban justru disetrika oleh tersangka.

“Saat kejadian ibu mertua tersangka sedang menyetrika. Waktu mendengar ribut-ribut, mertuanya berupaya melerai. Pelaku justru merebut setrika dari tangan mertuanya dan ditempelkan ke pipi mertuanya,” beber Aiptu Andik.

Tak berhenti sampai disini, tersangka yang kalap lalu mengejar istrinya yang lari ke dapur. Pelaku langsung mengambil pisau dan menyabetkan ke istrinya. Akibat sabetan pisau, istri korban mengalami luka serius dibagian alis sebelah kanan, hidung, dahi, dagu sebelah kiri, pipi sebelah kiri, dan luka Robek atau luka sayatan pada bagian jari manis sebelah kanan.

Usai melampiaskan amarahnya, pelaku sempat kabur ke Blitar, Kediri dan Gresik sebelum akhirnya berhasil ditangkap Unit Buser Polsek Poncokusumo.

Sementara itu, tersangka M Gufron saat ditemui diruang pemeriksaan UPPA Satreskrim Polres Malang mengaku kesal dengan istrinya. Ia sudah bekerja keras membanting tulang untuk keluarganya. “Saya ini sudah bekerja keras. Mencoba mencukupi kebutuhan ini dan itu,” dalihnya dengan wajah memendam amarah.

Polisi menyita pisau dapur, setrika dan tikar penuh darah korban dalam kasus ini. Diduga, motif KDRT dilakukan tersangka karena usaha counter dan parabola, macet. Sementara banyak tagihan yang harua ia lunasi. (yog/kun)

Komentar

?>