Minggu, 21 Oktober 2018

Sebelum Meninggal, Anak yang Dianiaya Ibunya Sempat Disuapi

Senin, 16 Juli 2018 14:28:23 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Sebelum Meninggal, Anak yang Dianiaya Ibunya Sempat Disuapi

Malang (beritajatim.com) - Unit V Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA), Satreskrim Polres Malang, menggelar reka ulang kasus ibu kandung yang menganiaya anaknya hingga tewas, Senin (16/7/2018) siang.

Ada 16 adegan reka ulang yang diperagakan dengan mengambil tempat Ruang Tidur, Kamar Mandi dan Teras Rumah di Kantor UPPA.

Sebelum penganiayaan yang mengakibatkan SA (8) meninggal dunia, Ani Musripah (38), Ibu kandung korban yang juga pelaku kekerasan, sempat membuka amplop lebaran dalam kamar diadegan pertama. Adegan kedua, Musripah yang tinggal di Desa Tempur, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, lalu menyeret korban masuk ke dalam rumah.

Pakaian korban kemudian dilucuti dan diminta untuk mandi. Karena kesal telah mengambil uang dalam amplop lebaran, Musripah menyeret korban ke dalam kamar mandi. Diguyur air dan dipukul menggunakan gayung kearah kaki, kepala, badan dan muka.

Di adegan ke delapan, Musripah yang kalap juga menggigit bahu anak sulungnya yang masih duduk dibangku kelas 2 SD.

Selepas dianiaya dalam kamar mandi, Musripah kemudian menyuapi korban dan memangkunya. Selesai makan, korban bahkan sempat Sholat Mahgrib.

Pasca Sholat, korban merasa ingin muntah dan lari ke teras rumah. Usai muntah, Musripah mendengar seperti benda jatuh. “Mungkin anak saya jatuh. Saya dengar suara seperti benda jatuh diteras,” aku Musripah dengan mata berkaca-kaca.

Diadegan 11 dan 12, korban meminta pangku. Dengan posisi rebahan dipaha ibu kandungnya, Musripah kemudian mengajak anaknya masuk ke dalam kamar. Didalam kamar, Musripah mendekapnya. Memeluknya erat, meninabobokan korban. Namun, korban mendadak kejang-kejang.

Suhu tubuhnya naik dan panas. Musripah kemudiab keluar rumah. Meminta tolong dua orang saksi yang masih kerabatnya. Oleh saksi, tubuh korban sempat dipijiti. “Setelah dipijit-pijit, saya keluar rumah cari obat. Saya kasih counterpin,” papar Musripah.

Setelah itu, korban lalu pingsan. Karena kondisinya mengkhawatirkan, korban lalu dibawa ke rumah sakit terdekat. Naas, nyawa korban akhirnya tak tertolong.

“Dari 16 adegan reka ulang semuanya sudah klop dengan berita acara pemeriksaan (BAP) awal. Hanya ada tambahan seperti korban sempat dipijit saat di dalam kamar,” terang Kanit V UPPA Satreskrim Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana, Senin (16/7/2018) siang paska rekonstruksi.

“Reka ulang terpaksa kita tempatkan di ruangan kantor untuk menjaga keamanan dari tersangka. Setelah ini kita akan kordinasi dengan JPU agar kasusnya segera disidangkan,” tambah Ipda Yulistiana. (yog/ted)

Tag : penganiyaan

Komentar

?>