Senin, 20 Agustus 2018

KPK: Niat Baik Pembangunan Pembangkit Listrik Disalahgunakan

Sabtu, 14 Juli 2018 22:44:13 WIB
Reporter : Hendra Brata
KPK: Niat Baik Pembangunan Pembangkit Listrik Disalahgunakan

Jakarta (beritajatim.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) sangat menyesalkan niat baik untuk memaksimalkan akses masyarakat mendapatkan listrik melalui proyek pembangkit listrik 35.000 mega Watt diduga disalahgunakan oleh sejumlah pihak yang meminta atau menerima fee.
 
Menurut Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, dalam kegiatan tangkap tangan ini, KPK mendapatkan sejumlah bukti adanya dugaan persekongkolan dan penerimaan uang sebagai fee terkait salah satu dari proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt tersebut. KPK menetapkan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih dan Johannes Budisutrisno Kotjo, Pemegang Saham Blackgold Natural Resources Limited sebagai tersangka.

"Peristiwa seperti ini terjadi kembali, terutama karena sejumlah pihak menyalahgunakan posisi, kewenangan dan pengaruhnya untuk mendapatkan keuntungan pribadi pada sebuah pekerjaan besar yang diharapkan dapat memberikan manfaat pada masyarakat," kata Basaria di kantornya, Sabtu (14/7/2018).

Dia mengingatkan kembali agar para penyelenggara negara tidak meminta atau menerima suap, memperjuaI-belikan pengaruh dan kewenangan yang dimiliki. Seluruh elemen bangsa ini, kata Basaria, diimbau untuk tidak melakukan praktek korupsi dan menyalahgunakan kekuasaan, terutama terkait pekerjaan-pekerjaan besar yang diharapkan dapat bermanfaat langsung bagi masyarakat, baik proyek pembangkit listrik, infrastruktur, alokasi anggaran khusus ataupun kebijakan-kebijakan lain.

Sehingga seluruh sumber daya yang ada bisa semaksimal mungkin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.  "Sektor energi yang melingkupi hajat hidup orang banyak menjadi perhatian serius bagi KPK," tegas Basaria. [hen/suf]

Tag : korupsi

Komentar

?>