Kamis, 15 Nopember 2018

Polisi Ringkus DPO Curanmor dan Penadah

Kamis, 12 Juli 2018 20:46:48 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Polisi Ringkus DPO Curanmor dan Penadah

Gresik (beritajatim.com) - Satreskrim Polres Gresik dengan tim 'black panther-nya' meringkus pelarian daftar pencarian orang (DPO), dan penadahnya dalam kasus pencurian kendaraan bermotor, atau curanmor.

Dalam kasus tersebut, salah satu pelaku yang juga spesialis pencurian motor, yakni Wahyudi (20), terpaksa dilubangi kakinya dengan timah panas karena berusaha melarikan diri saat hendak ditangkap.

Terungkapnya kasus tersebut berawal pada Januari 2018 lalu. Pada saat itu, Wahyudi melakukan percobaan pencurian bersama rekannya Muhammad Rizkillah di Jalan Jaksa Agung Suprapto Gresik. Rekannya, Rizky berhasil diamankan anggota Polsekta Gresik. Sementara Wahyudi berhasil meloloskan diri dengan menggunakan Honda CB 100 cc.

Polisi memasukkannya ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Selama buron, pemuda 20 tahun itu tidak berhenti mencuri. Dia malah mencari ”patner” baru. Korbannya adalah warga desa Indrodelik, kecamatan Bungah itu mengajak Khodir Jailani. Khodir ditawari kerja pabrik. Saat diajak ngopi malah menjadi korban.

Sebelum menjadi sasaran Khodir justru diajak jalan-jalan. Mereka berboncengan motor Honda CB 150cc yang juga dipakai beraksi di Jalan Jaksa Agung Suprapto Gresik. Wahyudi berkeliling dari Bungah ke daerah Kota. Sampai di jalan Kapten Dulasim, ada motor Yamaha Vixion yang terparkir di tepi jalan. Khodir diminta mengambil motor milik Agus Prasetyo itu.

Aksi mereka berhasil. Wahyudi dan Khodir menjual motor curian tersebut ke seorang debt kolektor. Namanya Dwi Prayitno. Uang hasil penjualan motor curian dipakai berfoya-foya.

Setelah kejadian itu, Agus melapor ke polisi begitu motornya dicuri orang. Mendapat laporan, anggota Satreskrim Polres Gresik langsung bergerak. Berdasarkan hasil penyelidikan, identitas pelaku mengarah ke Wahyudi CS yang kebetulan sedang DPO.

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo membenarkan anggota terpaksa memberi hadiah timah panas karena pelaku berusaha kabur saat ditangkap.
"Kami berikan tindakan tegas karena tersangka berusaha kabur,” ujarnya, Kamis (12/07/2018).

Alumnus Akpol 2009 itu mengatakan ada dua orang penadah yang juga berhasil diamankan. Selain Dwi Prayitno, polisi juga menangkap Anas Mahmudi yang telah menerima motor gelap dari para tersangka.

"Pelaku Wahyudi dan Khodir dijebloskan ke sel tahanan. Mereka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian. Mereka terancam hukuman penjara diatas lima tahun. Bisa lebih berat karena lebih dari satu orang dan dilakukan lebih dari satu kali," tandas Andaru.

Sementara itu, Dwi dan Anas dikenakan pasal 480 KUHP tentang penadahan. Mereka terancam hukuman penjara lima tahun. [dny/kun]

Komentar

?>