Rabu, 19 September 2018

Terlibat Sindikat Jaringan Lapas, Deddy Dihukum 8 Tahun

Kamis, 12 Juli 2018 20:01:13 WIB
Reporter : Nyuciek Asih
Terlibat Sindikat Jaringan Lapas, Deddy Dihukum 8 Tahun

Surabaya (beritajatim.com) -  Majelis hakim yang diketuai Ari Jiwantara menjatuhkan hukuman selama delapan tahun penjara pada Lalu Moch Deddy Ady Kurniawan, Kamis (12/8/2018).

Terdakwa yang merupakan sindikat jaringan narkoba antar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) ini juga dijatuhi hukuman pidana denda senilai Rp 1 miliar subsidair 1 bulan penjara.

Dalam amarnya hakim menyatakan, perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar pasal 112 ayat (2) Undang Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

"Menjatuhkan pidana penjara selama delapan tahun penjara kepada terdakwa Lalu Moch Deddy Ady Kurniawan. Mewajibkan terdakwa membayar denda Rp 1 miliar dan apabila tidak dibayar terdakwa hukuman tambahan selama satu bulan penjara,"kata hakim Ari Jiwantara.

Atas putusan tersebut terdakwa yang didamping penasihat hukumnya Rudy dari Lembaga Bantuan Hukum Orbit menyatakan menerima. Sementara JPU Deddy Arisandi dari Kejaksaan Negeri Surabaya belum menyatakan sikap alias pikir-pikir.

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan JPU Dedy Arisandi yakni 11 tahun penjara, denda satu miliar subsidair empat bulan penjara.

Untuk diketahui, polisi membongkar jaringan narkoba lapas ini setelah ada laporan dari seorang karyawan J&T Express di Jalan Menanggal Kebonsari.

Laporan diterima polisi jika adanya barang paket yang mencurigakan dengan tujuan Kampung Banjar, Selong, Lombok Timur, NTB. Dari hasil pengecekan di J&T Express itu, petugas Sat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, mendapati satu kantong plastik kecil berisi sabu seberat 45,47 gram.

Selanjutnya, petugas membungkus kembali paketan tersebut lalu mengirimkannya ke alamat yang dituju, yakni Jalan THG Zainudin Abdul Majid, Selong, Lombok Timur, NTB. Sampai tujuan, barang diterima terdakwa, kemudian dibawa pulang dengan berjalan kaki.

Di tengah perjalanan terdakwa ditangkap petugas yang telah mengikutinya sejak lama. Dari penggeledahan petugas menemukan bungkusan yang di dalamnya berisi sabu.

Setelah dicek bahwa kiriman tersebut adalah dari Bambang Yudi Sularso alias Mbeng di Surabaya, yang berada di Lapas Porong yang ditujukan kepada Fathul Yasin, Selong, Lombok Timur, NTB. [uci/ted]

Komentar

?>