Senin, 22 Oktober 2018

Cabuli Murid, Ijazah Guru Les LBB Ternyata Juga Palsu

Rabu, 11 Juli 2018 21:57:43 WIB
Reporter : Ragil Priyonggo
Cabuli Murid, Ijazah Guru Les LBB Ternyata Juga Palsu

Surabaya (beritajatim.com) - Lantaran diduga telah mencabuli dua murid laki-laki di Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) MH Mindset di jalan Lending Reno, Benowo Surabaya yang dikelolanya, Ulla Abdul Muiz terpaksa dilaporkan ke polisi.

Di depan penyidik, pria berusia 34 tahun yang tinggal di jalan Kedung Rejo II Benowo Surabaya mengakui jika dirinya memiliki kelainan hasrat seksual pada laki-laki.

Awal dibukanya LBB MH Mindset yang memiliki murid sekitar 30-50 murid dan mayoritas perempuan, Muiz tidak mempunyai hasrat seksual menyimpang dan berjalan seperti LBB pada umumnya.

Namun seiring berjalannya waktu dengan adanya murid laki-laki, Muiz yang turut mengajar sebagai guru matematika itu, timbul ingin melakukan seks menyimpang dengan laki-laki dengan meminta dua muridnya tidur di kamar belakang tempat LBB.

Agar aksi bejatnya bisa berjalan lancar, Muiz menyampaikan pada korban kalau ada sosok makhluk halus yang mengganggu dan harus segera diobati dengan ritual semacam rukiyah. Tapi bukannya dirukiyah, kedua korban justru dicabulinya. "Ya saya terinsipirasi dari video porno homo mas," singkat Muiz.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni, membeberkan jika kasus tersebut bermula dari laporan orang tua korban.

Dari laporan itu, polisi datangi lokasi LBB dan menangkap tersangka pada Selasa 10 Juli 2018. Setelah dicek, izin aktifitas LBB tersebut juga tidak terdaftar di dinas pendidikan terkait.

"Saat kami amankan memang pelaku juga mengakui atas perbuatannya. Kami cek, LBB juga tidak berizin. Sementara itu, nama dan gelar pelaku juga palsu," terang Ruth, Rabu (11/7/2018) pada wartawan.

Untuk mengelabuhi korban dan orang tua, tersangka Muiz memberikan kartu nama dengan banyak gelar yang disandang. Dalam kartu nama itu tertera H.R.A.S Ulla Abdul Muiz, W.A.,S.Psi.,S.Pd.,M.Psi.,Ph.D. "Tersangka hanya membuat gelar palsu untuk meyakinkan para korban dan orang tuanya. Padahal ia hanya tamatan SMA," lanjutnya.

Selain tamatan SMA, pelaku juga bisa menyakinkan orang tua murid dimana kalau masuk LBB, pasti bisa diterima di sekolah favorit. Merasa yakin sama titel sama janji itu, maka banyak yang masuk ke LBB meskipun tarif untuk satu masa ajar mencapai 2-3 juta rupiah. "Kasus ini masih kita dalami, karena baru dua korban yang melapor dan besok akan dilakukan penyegelan LBB," pungkasnya. [kun]

Tag : cabul

Komentar

?>