Senin, 24 September 2018

Viral, Aksi Pemalakan Sopir Truk di Jalur Pantura Tuban

Rabu, 11 Juli 2018 08:00:44 WIB
Reporter : M Muthohar
Viral, Aksi Pemalakan Sopir Truk di Jalur Pantura Tuban

Tuban (beritajatim.com) - Dugaan pemalakan terhadap pengemudi truk terjadi di jalur Pantura Tuban, tepatnya di sekitar simpang empat Serumbung, Jalan Panglima Sudirman, Kota Tuban.

Dua orang sopir yang berasal dari luar Tuban mengaku menjadi korban pemalakan. Hal tersebut menjadi viral di media sosial setelah foto pelaku dan kwitansi bukti pembayaran yang dikatakan untuk pengawalan itu diunggah lewat Facebook, Rabu (11/7/2018).

Informasi yang dihimpun beritajatim.com, pemalakan sopir truk itu diupload di group facebook Media Informasi Orang Tuban (MIOT) oleh akun bernama Sunardi Wijaya.

"Hati kang para sopir pick-up dan truk, kemarin saya dapat laporan dari teman" sopir luar Tuban bahwa di jalan Panglima Sudirman sudah ada jualan stiker mahal yang tau mohon infonya,,, kami penduli para driver sama" cari sesuap nasi pelaku spda vario yang ada di foto,,," tulis akun Sunardi Wijaya.

Terdapat tujuh foto yang diunggah sebagai bukti adanya aksi premanisme yang berkeliaran di jalur Pantura Tuban. Salah satu fotonya adalah kwitansi pembayaran pembelian stiker untuk jasa pengawalan sebesar Rp 100 ribu, gambar stiker bertuliskan GRW dan juga foto plat nomor sepeda motor vario yang dikendarai pelaku.

Sementara korbannya adalah pengemudi asal Kabupaten Bojonegoro dan pengemudi asal Kabupaten Jombang. korban diberhentikan dua orang di tengah jalan. Kemudian pelaku meminta uang kepada korban dengan mengancam kalau tidak diberi akan merobek kertas stiker dari Dishub dan membawa ban serep milik korban.

Postingan pemalakan terhadap sopir di jalur Pantura Tuban tersebut sontak mendapatkan berbagai tanggapan dari nitizen. Sebagian besar berharap petugas kepolisian untuk mengungkap pemalakan  tersebut supaya tidak lagi terjadi kasus yang membuat para sopir resah.

"Bagi pihak yang berwenang mohon ditertibkan ya pak ini sudah termasuk tindak pidana premanisme," komentar akun facebook bernama Muhammad Muslih.

Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari Polres Tuban terkait adanya dugaan pemerasan tersebut. Postingan aksi premanisme itu sudah mendapatkan tanggapan yang beragam dari ratusan pengguna media sosial. [mut/suf]

Tag : pemalakan

Komentar

?>