Jum'at, 21 September 2018

KPK Panggil Pejabat BKD Kota Blitar

Selasa, 10 Juli 2018 12:34:08 WIB
Reporter : Hendra Brata
KPK Panggil Pejabat BKD Kota Blitar

Jakarta (beritajatim.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Penilaian Kinerja Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemerintah Kota Blitar Ika Hadi Wijaya. Pemanggilan terkait penyidikan dugaan suap terkait proyek pekerjaan di pemerintah Kota Blitar.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menuturkan, KPK juga memanggil Kepala Sub Bidang Infrastruktur Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BPPD) Pemerintah Kota Blitar Setya Wiratna dan Bagian Pelayanan Pengadaan Pemerintah Kota Blitar Tri Wahyudiana. ''Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MSA (M Samanhudi Anwar, red) Wali Kota Blitar,'' kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (10/7/2018).

Sebelumnya, penyidik juga telah memanggil Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar Mokhamad Sidik, Kepala Bagian  Hukum dan Organisasi Juari, Kepala Bagian Pembangunan dan Layanan Pengadaan Sekretariat Daerah Kota Blitar Toto Robandiyo, Ajudan Wali Kota Blitar Andi Eka Risvannanda, dan Turkamandoko (PNS).

Seperti diketahui, Samanhudi diduga menerima suap Rp 1,5 miliar dari Susilo Prabowo yang merupakan kontraktor.  Uang diberikan melalui Bambang Purnomo sebagai ijon proyek pembangunan sekolah lanjutan pertama di Blitar dengan nilai kontrak Rp 23 miliar.

Fee ini diduga bagian dari 8 persen yang menjadi bagian untuk Wali Kota dari total fee 10 persen yang disepakati. Sedangkan 2 persen akan dibagi-bagi kepada dinas.

Adapun Bupati Tulungagung Syahri Mulyo sebesar Rp 1 miliar juga diduga menerima suap dari Susilo Prabowo. Uang tersebut diberikan melalui Agung Prayitno terkait fee proyek-proyek pembangunan infrastruktur dan peningkatan jalan pada dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung.

Diduga pemberian ini ke-3. Sebelumnya Bupati Tulungagung diduga menerima pemberian pertama sebesar Rp 500 juta dan pemberian ke-2 sebesar Rp 1 miliar.

Susilo merupakan salah satu kontraktor yang kerap memenangkan proyek di Kabupaten Tulungagung sejak 2014 hingga 2018.

KPK juga telah menetapkan Susilo Prabowo, Agung Prayitno, Bambang Purnomo, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung Sutrisno, dan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo sebagai tersangka dan telah ditahan KPK. [hen/but]

Komentar

?>