Senin, 24 September 2018

Penggeledahan KPK di Blitar dan Tulungagung, Ini yang Disita

Kamis, 05 Juli 2018 21:16:08 WIB
Reporter : Hendra Brata
Penggeledahan KPK di Blitar dan Tulungagung, Ini yang Disita

Jakarta (beritajatim.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di delapan lokasi terkait penyidikan kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan Kota Blitar.

''Kasus Tulungagung-Blitar dalam 2 hari kemarin tim KPK melakukan serangkaian penggeledahan di 8 lokasi di Tulungagung dan Blitar,'' kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (5/7/2018).

Dia memaparkan, pada penggeledahan di Tulungagung, Selasa (3/7/2018), tim KPK menggeledah Rumah Sutrisno (Kadis PUPR Kabupaten Tulungagung), Rumah Agung Prayitno (Tim Sukses Syahri Mulyo), Rumah Sukarji (Kabid PUPR Kabupaten Tulungagung), Rumah Syamrotul Fuad (Kepala ULP Kabupaten Tulungagung), dan Rumah Wahyudiana (Kasi Perencanaan Jalan Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung).

''Dari lima lokasi tersebut, KPK menyita perangkat elektronik, dokumen kontrak, dokumen catatan keuangan,'' ujar Febri.

Adapun penggeledahan di Blitar dilakukan pada Rabu (4/7/2018) yang dilakukan di Rumah Eko Yongtono di TGP 25C Blitar, Kantor Moderna, Jalan Garum Blitar Kota, dan Kantor Sarana Multi Usaha, Jalan Anjasmoro Blitar Kota.

''Dari tiga lokasi tersebut, KPK menyita dokumen keuangan perusahaan dan dokumen catatan kerja perusahaan,'' ujar Febri.

Seperti diketahui, kasus ini bermula dari serangkaian operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK di Kota Blitar dan Kabupaten Tulungagung. Kemudian KPK menetapkan beberapa orang termasuk Bupati Tulungagung Syahri Mulyo dan Wali Kota Blitar Muh Samanhudi Anwar.

Samanhudi diduga menerima suap Rp 1,5 miliar dari Susilo Prabowo yang merupakan kontraktor. Uang diberikan melalui Bambang Purnomo sebagai ijon proyek pembangunan sekolah lanjutan pertama di Blitar dengan nilai kontrak Rp 23 miliar.

Fee ini diduga bagian dari 8 persen yang menjadi bagian untuk Wali Kota dari total fee 10 persen yang disepakati. Sedangkan 2 persen akan dibagi-bagi kepada dinas.

Adapun Bupati Tulungagung Syahri Mulyo sebesar Rp 1 miliar juga diduga menerima suap dari Susilo Prabowo. Uang tersebut diberikan melalui Agung Prayitno terkait fee proyek-proyek pembangunan infrastruktur dan peningkatan jalan pada dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung.

Diduga pemberian ini ke-3. Sebelumnya Bupati Tulungagung diduga menerima pemberian pertama sebesar Rp 500 juta dan pemberian ke-2 sebesar Rp 1 miliar.

Susilo merupakan salah satu kontraktor yang kerap memenangkan proyek di Kabupaten Tulungagung sejak 2014 hingga 2018. [hen/but]

Tag : korupsi

Komentar

?>