Sabtu, 21 Juli 2018

KPK Periksa Dua PNS Pemkot Blitar

Kamis, 05 Juli 2018 11:45:25 WIB
Reporter : Hendra Brata
KPK Periksa Dua PNS Pemkot Blitar

Jakarta (beritajatim.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua PNS di Pemerintah Kota Blitar dalam penyidikan dugaan suap terkait proyek pekerjaan di pemerintah Kota Blitar. Mereka adalah Kepala Bagian  Hukum dan Organisasi Juari dan Ninuk Sisworini.

"Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MSA (M Samanhudi Anwar, red) Wali Kota Blitar," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (5/7/2018).

Dia menambahkan, pada Rabu (4/7/2018) penyidik juga memanggil Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar Mokhamad Sidik, Kepala Bagian Pembangunan dan Layanan Pengadaan Sekretariat Daerah Kota Blitar Toto Robandiyo, Ajudan Wali Kota Blitar Andi Eka Risvannanda, dan Turkamandoko (PNS). Febri tidak menjelaskan materi pemeriksaan para saksi. "Mereka juga diperiksa untuk tersangka MSA," ujar Febri.

Seperti diketahui, Samanhudi diduga menerima suap Rp 1,5 miliar dari Susilo Prabowo yang merupakan kontraktor.  Uang diberikan melalui Bambang Purnomo sebagai ijon proyek pembangunan sekolah lanjutan pertama di Blitar dengan nilai kontrak Rp 23 miliar.

Fee ini diduga bagian dari 8 persen yang menjadi bagian untuk Wali Kota dari total fee 10 persen yang disepakati. Sedangkan 2 persen akan dibagi-bagi kepada dinas.
Adapun Bupati Tulungagung Syahri Mulyo sebesar Rp 1 miliar juga diduga menerima suap dari Susilo Prabowo. Uang tersebut diberikan melalui Agung Prayitno terkait fee proyek-proyek pembangunan infrastruktur dan peningkatan jalan pada dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung.

Diduga pemberian ini ke-3. Sebelumnya Bupati Tulungagung diduga menerima pemberian pertama sebesar Rp 500 juta dan pemberian ke-2 sebesar Rp 1 miliar. Susilo merupakan salah satu kontraktor yang kerap memenangkan proyek di Kabupaten Tulungagung sejak 2014 hingga 2018.

KPK juga telah menetapkan Susilo Prabowo, Agung Prayitno, Bambang Purnomo, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung Sutrisno, dan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo sebagai tersangka dan telah ditahan KPK. (hb/kun)

Berita Terkait

    Komentar

    ?>