Senin, 16 Juli 2018

Sidang FPI

Ahli Nyatakan Konten Pemberitaan Tanggung Jawab Penulis Awal

Senin, 02 Juli 2018 19:44:58 WIB
Reporter : Nyuciek Asih
Ahli Nyatakan Konten Pemberitaan Tanggung Jawab Penulis Awal

Surabaya (beritajatim.com) - Sidang anggota FPI, M Faisal Arifin alias Itong kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dengan agenda keterangan ahli.

Dalam sidang yang digelar di ruang Candra ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mahfud Effendi dan Basuki Wiryawan mendatangkan ahli bahasa.

Adalah Andik Yulianto dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang memberikan keterangan dihadapan majelis hakim yang diketuai Sigit Sutriyono.

Banyak hal yang disampaikan ahli dalam sidang kali ini terutama terkait konten berita yang disebar terdakwa. Begitupun dari pihak terdakwa melalui kuasa hukumnya secara bergantian juga memberondong pertanyaan pada ahli terkait konten yang dicopas terdakwa.

Menurut ahli apa yang disampaikan terdakwa bisa masuk dalam kategori ujaran kebencian, karena menyebut dua organisasi yang bisa memunculkan kegaduhan. Namun kata ahli, hal itu bukanlah merupakan tanggungjawab terdakwa yang hanya mengcopy paste tulisan tersebut.

"Itu bukanlah tanggungjawab terdakwa, penulis awal lah yang mestinya bertanggungjawab kecuali terdakwa mengedit sehingga berubah makna," ujar ahli.

Usai sidang, kuasa hukum terdakwa Andry Ermawan dan kawan-kawan mengaku lega dengan apa yang diungkapkan ahli. Menurut Andry dengan jelas ahli menyatakan kalaupun ada akibat dari konten berita yang dicopas terdakwa bukanlah tanggungjawab terdakwa tapi penulis awal.

"Keterangan ahli ini sangat penting bagi kita selaku kuasa hukum terdakwa, karena jelas disampaikan bahwa itu bukanlah tanggungjawab terdakwa. Dan akhirnya kita optimis bahwa terdakwa bakal bebas," ujarnya.

Terdakwa M Faisal menjalani sidang dugaan penyebaran informasi yang menimbulkan kebencian di media sosial (medsos).

Dari penyebaran informasi ini, M Faisal yang tinggal di Bulak Jaya 2, Semampir, Surabaya, dijerat pasal berlapis dari UU No 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya itu, belasan anggota FPI Surabaya dan Jatim mengawal mulai sebelum hingga proses sidang itu berjalan.

Mengenakan baju dan celana putih, mereka mengiringi terdakwa Faisal Arifin sejak dibawa dari ruang tahanan PN hingga masuk ruang sidang.

Beberapa kali teriakan Allahuakbar terdengar di area PN itu. Sementara setelah terdakwa menjalani sidang, sebagian anggota FPI berada di luar ruangan. [uci/ted]

Tag : fpi

Komentar

?>