Rabu, 12 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

KPK Periksa Bupati Tulungagung nonaktif Sebagai Tersangka

Senin, 25 Juni 2018 11:35:21 WIB
Reporter : Hendra Brata
KPK Periksa Bupati Tulungagung nonaktif Sebagai Tersangka
Bupati Tulungagung nonaktif Syahri Mulyo saat mendaftar ke KPU setempat sebagai cabup.

Jakarta (beritajatim.com)--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Bupati Tulungagung nonaktif Syahri Mulyo sebagai tersangka dalam tindak pidana suap terkait proyek pekerjaan di Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

Pemeriksaan ini pertama kalinya sejak Syahri ditahan penyidik KPK pada Minggu (10/6/2018) lalu. "SM diperiksa sebagai tersangka,'' kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Senin (25/6/2018) di Jakarta.

Dia menambahkan, selain Syahri, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung Sutrisno, Susilo Prabowo (swasta), dan Agung Prayitno (Agung Prayitno).

"Mereka juga diperiksa sebagai tersangka," kata Febri.

Seperti diketahui, KPK akhirnya menahan Syahri usai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 04:40 setelah menyerahkan diri ke kantor KPK, Minggu (10/6/2018). Dia ditahan 20 hari pertama di Rutan Polres Jakarta Timur.

Syahri menyusul tersangka lainnya yang terlebih dahulu ditahan penyidik KPK. Mereka adalah Wali Kota Blitar Muh Samanhudi Anwar, Susilo Prabowo, Agung Prayitno, Bambang Purnomo, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung Sutrisno.

Kasus ini bermula dari serangkaian operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK di Kota Blitar dan Kabupaten Tulungagung. Kemudian KPK menetapkan beberapa orang termasuk Bupati Tulungagung Syahri Mulyo dan Wali Kota Blitar Muh Samanhudi Anwar.

Samanhudi diduga menerima suap Rp 1,5 miliar dari Susilo Prabowo yang merupakan kontraktor. Uang diberikan melalui Bambang Purnomo sebagai ijon proyek pembangunan sekolah lanjutan pertama di Blitar dengan nilai kontrak Rp 23 miliar.

Fee ini diduga bagian dari 8 persen yang menjadi bagian untuk Wali Kota dari total fee 10 persen yang disepakati. Sedangkan 2 persen akan dibagi-bagi kepada dinas.

Adapun Bupati Tulungagung nonaktif Syahri Mulyo sebesar Rp 1 miliar juga diduga menerima suap dari Susilo Prabowo. Uang tersebut diberikan melalui Agung Prayitno terkait fee proyek-proyek pembangunan infrastruktur dan peningkatan jalan pada dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung.

Diduga pemberian ini ke-3. Sebelumnya Bupati Tulungagung diduga menerima pemberian pertama sebesar Rp 500 juta dan pemberian ke-2 sebesar Rp 1 miliar.

Susilo merupakan salah satu kontraktor yang kerap memenangkan proyek di Kabupaten Tulungagung sejak 2014 hingga 2018. [hen/air]

Tag : korupsi

Komentar

?>