Senin, 16 Juli 2018

Ibu Penganiaya Anak Kandung Hingga Tewas akan Diperiksa Ahli Jiwa

Kamis, 21 Juni 2018 13:52:29 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Ibu Penganiaya Anak Kandung Hingga Tewas akan Diperiksa Ahli Jiwa

Malang (beritajatim.com) - Ani Musripah (34), warga Dusun Tempur, Desa Pagak, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Malang.

Musripah, menjadi tersangka atas kasus penganiayaan terhadap anak kandungnya sendiri berinisial SA (8). SA adalah putra sulung Masripah yang masih duduk dibangku Kelas 2 SD.

Rencananya usai lebaran tahun ini, SA naik kelas 3. Namun takdir berkata lain. SA meregang nyawa pasca dipukuli ibu kandungnya sendiri menggunakan gayung kamar mandi.

Kekerasan pada anak terjadi lantaran Masripah, kesal setelah SA dianggap mengambil uang dalam amplop lebaran sebesar Rp 51 ribu. Uang itu sebagian sudah dibelikan layang-layang. Sisanya, hendak dibuat SA uang saku pulang kampung ke Lamongan pasca idul fitri.

"Pelaku memukul anak kandungnya menggunakan gayung plastik. Juga ada gigitan yang dilakukan tersangka," terang Kanit UPPA Satreskrim Polres Malang, Iptu Yulistiana Sri Iriana, Kamis (21/6/2018).

Menurutnya, setelah dipukuli pada Rabu (19/6/2018) sore hari, SA sempat demam tinggi dan muntah. Malam hari setelah kejadian, SA sempat kejang sebelum dirujuk ke rumah sakit. Nyawa SA tak tertolong dan menghembuskan nafas terakhir pada Kamis (20/6/2018) dini hari pukul 02.45 wib.

Sementara itu, untuk mengetahui kelanjutan pemeriksaan, jika memungkin Masripah akan dites kejiwaanya. "Kalau memang perlu kita datangkan psikiater nanti akan kita lakukan. Sejauh ini kita masih menunggu proses penyidikan selesai lebih dulu," ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda.

Atas perbuatanya, Masripah di jerat pasal pasal 80 ayat 3 dan 4 Undang-undang nomor 35 tahun 2014 atas perubahan Undang-undang nomor 24 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Ancaman hukumannya 20 tahun penjara. (yog/kun)

Tag : penganiayaan

Komentar

?>