Rabu, 26 September 2018
Dibutuhkan Wartawan Bidang Hukum dan Kriminal untuk ditempatkan di Surabaya, kirim lamaran ke beritajatim@gmail.com

Ibu Kandung Aniaya Anak hingga Tewas

Tak hanya Dipukul Gayung, tapi Juga Digigit

Rabu, 20 Juni 2018 15:56:21 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Tak hanya Dipukul Gayung, tapi Juga Digigit
Ibu yang menganiaya anaknya hingga mati diperiksa di kantor polisi. [Foto: Bramayoga/bj.com]

Malang (beritajatim.com)--SA (8) adalah putra sulung pasangan Ani Masripah (34) dan Mariat (36). Mereka tinggal di Dusun Tempur, Desa Pagak, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. SA meregang nyawa setelah dipukuli ibu kandungnya sendiri menggunakan gayung, Rabu (20/6/2018) dini hari.

Diduga SA juga dibenturkan ke tembok dan digigit. “Korban diduga juga dibenturkan ke tembok dan digigit. Karena ada bekas gigitan di bagian tubuh korban,” ungkap Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang, Iptu Yulistiana Sri Iriana, Rabu (20/6/2018) siang kepada beritajatim.com di ruang kerjanya.

Saat ditanya Penyidik soal penyebab korban dianiaya? Ani Masripah hanya terdiam. Ia menatap Penyidik UPPA dengan sorot mata yang kosong. Masripah hanya diam saja. Ia mengaku juga menggigit buah hatinya selain memukuli dengan gayung mandi.

“Saya pukul dengan gayung. Saya juga menggigit, karena anak saya sempat melawan,” kata Masripah.

Perlawanan SA, sesuai penuturan Masripah, bisa jadi karena korban meronta dan merasakan sakit akibat pukulan dan gigitan yang dilakukan ibu kandungnya sendiri. Ibu kandung korban kalap lantaran SA, mengambil uang dalam amplop Lebaran sebesar Rp 51 ribu untuk biaya pulang kampung ke Lamongan dan beli layang-layang.

Usai mengambil uang, korban diseret ke dalam rumah oleh tersangka pada sore hari pukul 16.30 WIB pada hari Selasa (19/6/2018) kemarin. Korban lalu dibawa ke dalam kamar mandi. Dilucuti pakaiannya dan diguyur air.

Luapan marah Masripah membuat korban mengalami kekerasan fisik dengan dipukul menggunakan gayung mandi. Gayung tersebut sampai patah dan dijadikan barang bukti penganiayaan di Satreskrim Polres Malang.

Usai dipukul, korban pada pukul 20.00 WIB muntah-muntah. Satu jam kemudian, korban mengalami kejang-kejang. Oleh Masripah, korban sempat diberi air kompres karena suhu badan panas tinggi. Masripah kemudian membawa korban ke Puskesmas.

Karena kondisi korban drop, korban yang masih duduk di bangku Kelas 2 SDN Pagak IV lalu dirujuk ke RSUD Kanjuruhan, Kepanjen. Namun pada pukul 02.45 WIB, Rabu (20/6/2018), nyawa korban tak terselamatkan.

Atas perbuatannya, Masripah terancam dijerat pasal 80 ayat 3 dan 4 Undang-undang nomor 35 tahun 2014 atas perubahan Undang-undang nomor 24 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Masripah terancam hukuman penjara selama 20 tahun. [yog/air]

Tag : penganiayaan

Komentar

?>