Rabu, 26 September 2018
Dibutuhkan Wartawan Bidang Hukum dan Kriminal untuk ditempatkan di Surabaya, kirim lamaran ke beritajatim@gmail.com

Beginilah Pelarian Julius Tahanan Narkoba Polresta Sidoarjo

Senin, 18 Juni 2018 17:12:39 WIB
Reporter : M. Ismail
Beginilah Pelarian Julius Tahanan Narkoba Polresta Sidoarjo

Sidoarjo (beritajatim.com) - Julius Mario Tawalujan bin Alexander Tawalujan (29) pemuda asal Desa Tawalaan Jaga, Kecamatan Tawalaan, Kabupaten Minahasa Utara yang kabur dari tahanan Mapolresta Sidoarjo Sabtu (16/6/2018), sepertinya sudah direncanakan oleh pelaku.

Gelagat dan tingkah laku pelaku sebelumnya juga sering mencurigakan. Residivis yang indekost di Desa Kali Sampurno RT 6 RW 2 Tanggulangin itu akhirnya kabur dan melarikan ke Malang.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris mengatakan, sesudah keluar dari Mapolresta Sidoarjo, pelaku lari dan naik ojek menuju Alun-alun Sidoarjo. Setelahnya, pelaku naik taksi ke Malang.

"Baru naik taksi dari Alun-alun Sidoarjo pelaku meminjam telpon sopir taksi untuk menelpon pacarnya yang ada di Surabaya dan meminta uang. Pacarnya yang kaget tidak bisa menemui dan disanggupi bertemu di rumah ibunya di Malang," katanya Senin (18/6/2018).

Sesampai di Malang, tambah Harris, calon mertua atau ibu pacar Julius juga kaget. Julius sempat diusir karena kabur dari tahanan. Julius juga sempat meminta uang ke calon mertuanya di kasih ibu pacarnya uang senilai Rp 50 ribu dan ditambahi uang dari pacarnya kira-kira senilai Rp 100 ribu.

"Uang yang di dapat di Malang itu dibuat oleh pelaku Julius untuk mencari tempat pemsembuyian. Pelaku yang tidak punya keluarga di Jawa Timur ini, akhirnya menghubungi Ady Asser atau Ade di Jalan Argopuro Sukowidi RT 02 RW 01 Kelurahan Sukowidi Kec. Kalipuro Kab. Banyuwangi, temannya semasa di Lapas di Pamekasan," ungkapnya.

Saat akan di grebeg di rumah Ade, sambung Harris, pelaku menciba melarikan diri melalui pintu belakang rumah. Petugas yang mengetahui sudah memberikan tembakan peringatan, tapi tak digubris. "Pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas oleh petugas dan di bawa kembali ke Mapolresta Sidoarjo," terang mantan Kapolsek Simokerto Surabaya itu.

Di kesempatan sama, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Himawan Bayu Aji mengatakan, pelaku kriminalitas yang ditahan dan mencoba melarikan diri, akan diberikan pemberatan. "Jangan sekali-kali lari dari tahanan. Pemberatan akan selalu ditegakkan," tegasnya.

Untuk kasus yang menimpa Julius, dalam hal ini soal pelanggaran terhadap Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) UU Rl No 35 tahun 2009 tentang Narkotika, berkasnya masih tahap 1. Dan tanggal 21 Juni mendatang memasuki tahap 2 dan berkas akan diserahkan ke Kejari Sidoarjo.

"Adanya kasus ini (kabur dari tahanan), mudah-mudah menjadi bahan pemberatan dari pihak kejaksaan. Saya menghimbau kepada semua pelaku yang akan disidangkan, tidak lari dari tanggungjawab atau kabur. Ingat, pemberatan akan selalu dilakukan," tutup lulusan Akpol tahun 1995 itu. (isa/kun)

Komentar

?>