Jum'at, 17 Agustus 2018

Belasan Anak Jalanan Diajari Kesehatan Reproduksi dan Bahaya Narkoba

Rabu, 13 Juni 2018 19:48:46 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Belasan Anak Jalanan Diajari Kesehatan Reproduksi dan Bahaya Narkoba

Kediri (beritajatim.com) - Belasan anak jalanan yang tergabung dalam Kelompok Belajar (Pokjar) Suketeki di Kota Kediri, Jawa Timur mengikuti edukasi tentang pola hidup sehat dan kesehatan reproduksi pada bulan Ramadan ini.

Pendidikan ini bermanfaat untuk menghidarkan mereka dari bahaya penyakit menular seksual serta hidup mandiri secara bersih di luar kasih sayang dari orang tua.

Pendidikan terstruktur dan pemberdayaan anak jalanan ini berlangsung di Sanggar Pokjar Anak Jalanan Suketeki di Perumahan Bumi Asri, Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri. Materi disampaikan oleh para dosen Politeknik Kesehatan Malang (Polkesma) Kampus 4 Kediri.

Dalam penyuluhan ini, anak-anak jalanan diberikan pengetahuan tentang pola hidup bersih, kesehatan reproduksi dan narkotika, psikotropika dan zat adiktif atau Napza.

"Tujuan dari kegiatan ini untuk mencegah berkembangnya infeksi menular seksual (IMS) diantara para anak jalanan," kata Rahajeng Siti Nur Rahmawati, selaku dosen Polkesma Kampus 4 Kediri.


Para dosen juga memberikan bekal ketrampilan anak jalanan supaya dapat hidup secara mandiri diluar kasih sayang dari orang tuanya. Sehingga mereka dapat berdaya serta bisa menjaga dirinya sendiri dari bahaya seks bebas dan penyalahgunaan narkoba.

Sementara menurut para anak jalanan, penyuluhan ini sangat bermanfaat bagi mereka, karena selama ini belum pernah mendapatkan materi pendidikan seperti ini.

"Saya akan melaksaan dalam kehidupan sehari hari serta menyebar luaskan ilmu yang didapat ini kepada para anak jalanan lainnya," kata Fernando, salah seorang anak jalanan.


Untuk diketahui, Pokjar Anak Jalanan Suketeki berdiri sejak September 2016 lalu. Awalnya hanya ada dua orang murid, tetapi kini sudah bertambah menjadi 39 orang .

Di Pokjar Suketeki yang dimotori oleh seorang relawan bernama Sri Rahayu ini, anak-anak jalanan mendapatkan pendidikan formal dan pelatihan aneka ketrampilan. Mereka juga mengikuti program belajar paket dan mendapatkan ijazah setara SMP dan SMA. (nng/ted)

Komentar

?>