Kamis, 18 Oktober 2018

Mayat Perempuan Dikubur Tanpa Dikafani, Nur Peragakan Cekik Korban

Kamis, 07 Juni 2018 19:39:03 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Mayat Perempuan Dikubur Tanpa Dikafani, Nur Peragakan Cekik Korban

Kediri (beritajatim.com) - Nur Kholik (42) warga Sidoarjo menjalani rekonstruksi pembunuhan terhadap kekasih gelapnya Sunarti (39). Tersangka memperagakan 25 agenda pembunuhan hingga menguburkan jasad korban tanpa dikafani.

Rekonstruksi pembunuhan berlangsung di lapangan Markas Polres Kediri dan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri.

Berdasarkan adegan yang diperagakan tersangka, awalnya dia bertemu dengan korban di perempatan jalan Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Keduanya lalu pergi mengendarai mobil milik korban.

Tersangka menghabisi nyawa korban di jalanan Stadion Brawijaya, Kota Kediri. Tersangka mencekik leher korban hingga lemas. Setelah korban tewas, tersangka pergi ke Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan. Dia meminjam cangkul pada kerabatnya.

Tersangka kemudian menuju lokasi pemakaman umum. Dia memakamkan jenasah korban diatas makam orang lain tanpa dikafani dan satu kakinya keluar. Tersangka berusaha menghilangkan barang bukti berupa dompet milik korban.
 
Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Hanif Fatih Wicaksono mengatakan, hampir semua keterangan yang diberikan tersangka saat pemeriksaan sesuai dengan agenda yang diperagakan dalam rekonstruksi.

"Rekontruksi tersebut dilakukan untuk memperjelas berkas acara pemeriksaan. Tidak ada perbedaan antara berkas acara pemeriksaan dengan fakta selama rekontruksi. Total sebanyak 25 adegan kita peragakan ulang mulai dari bagaimana pelaku bertemu dengan korban hingga menguburnya,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Nur Kholik menghabisi nyawa kekasih gelapnya Sunarti karena tersinggung dengan ucapan korban yang hendak menggaet anaknya menggunakan ilmu pelet. Korban merasa tidak terpuaskan nafsu biologisnya oleh tersangka.

Sebelumnya, tersangka mendapatkan tugas dari suami korban untuk mematai-matai Sunarti. Pasalnya, korban dikhawatirkan berselingkuh dengan orang lain. Tetapi tersangka justru jatuh cinta dengan korban hingga akhirnya terjadi perselingkuhan. [nng/but]

Komentar

?>