Senin, 10 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Ketua PWI Pamekasan Serukan Pentingnya Informasi Mendidik

Kamis, 07 Juni 2018 19:05:26 WIB
Reporter : Samsul Arifin
Ketua PWI Pamekasan Serukan Pentingnya Informasi Mendidik

Pamekasan (beritajatim.com) - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan Abd Aziz mengajak seluruh insan pers agar memproduksi berita yang mendidik sebagai upaya mengantisipasi dan menangkal informasi hoax.

Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan dalam kegiatan Forum Group Diskusi 'Peran Pers dalam Melawan Berita Hoax dan Radikalisme' yang digagas Binmas Polres Pamekasan di Hotel Front One Jl Jokotole, Kamis (7/6/3018).

"Yang perlu menjadi catatan penting untuk saat ini, yaitu era dimana sebagian besar masyarakat kesulitan menyaring informasi dengan banyaknya media. Terlebih dengan berbagai informasi yang tersebar di berbagai jejaring media sosial," kata Abd Aziz.

Bahkan pihaknya menilai saat ini sudah memasuki era dimana semua orang justru bisa menjadi produsen informasi, tidak kalah miris person yang bekerja di media justru terbawa dengan situasi dan kondisi yang terkesan semakin tidak jelas.

"Harusnya kita sebagai insan pers harus berani tampil beda dengan masyarakat kebanyakan, yakni dengan menyajikan informasi yang mendidik dan bisa memberikan manfaat kepada orang banyak. Bukan justru tidak ada bedanya dengan semua orang yang bertindak sebagai produsen informasi," ungkapnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga mengajak insan pers untuk bersama-sama komitmen menyajikan berbagai informasi sesuai denhan kaidah jurnalistik. Dalam artian tidak hanya mengembangkan opini pribadi yang dikemas dengan informasi yang justru menyesatkan publik sebagai konsumen.

"Pemberitaan yang disajikan seharusnya inovatif dan tidak hanya sekedar menulis berita, termasuk juga narasumber harus kapabel dan tidak asal comot untuk dijadikan sebagai sumber berita. Sehingga produk jurnalistik yang dihasilkan tidak provokatif, sekaligus bisa menciptakan suasana damai," jelasnya.

Selain itu pihaknya menilai sajian informasi yang mendidik juga bisa mengantisipasi sekaligus menangkal berita hoax dan radikal. "Nuansa radikal seringkali muncul dengan adanya perkembangan informasi media massa, terlebih pekerja media cenderung larut dan justru tidak memberikan filter yang konkrit dan bahkan terbilang sangat jarang," tegasnya.

"Dari itu kami berharap agar rekan-rekan pers kedepan bisa bersama-sama menghindar dari penyajian informasi yang cenderung provokatif. Tidak kalah penting harus senantiasa menciptakan suasana damai dengan menyajikan informasi yang mendidik," pungkasnya. [pin/but]

Komentar

?>