Kamis, 18 Oktober 2018

Selain Hutang, Pembunuhan di Apartemen Educity Pakuwon City Juga Bermotif Asmara

Rabu, 06 Juni 2018 21:10:05 WIB
Reporter : Ragil Priyonggo
Selain Hutang, Pembunuhan di Apartemen Educity Pakuwon City Juga Bermotif Asmara

Surabaya (beritajatim.com) - Motif pembunuhan yang terjadi di Apartemen Educity Pakuwon City Surabaya lantai 17 kamar 1707, diduga selain masalah hutang piutang hasil penjualan narkoba, juga didasar kisah asmara cinta segitiga.

"Jadi korban diminta HRD (DPO) ke Surabaya dengan iming-iming akan membayar hutang dari penjualan narkoba senilai Rp211 juta," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran kepada wartawan, Selasa (6/6/2018).

Begitu merasa akan mendapatkan kembali uang dari penjualan narkoba jenis sabu-sabu, lanjut Sudamiran, korban pun bertolak dari Pontianak ke Surabaya dengan naik pesawat bersama tersangka Supandi pada 27 Mei 2018. Saat tiba di bandara Internasional Juanda, korban bersama Supandi dijemput tersangka lain yakni HRD menuju ke Apartemen Educity Pakuwon City lantai 17.

Namun di kamar 1707, korban dikagetkan ada perempuan yang disukai sudah bersama IM, RY dan HRD. Guna mencairkan suasana, di kamar HRD mengeluarkan sabu seberat 0,5 ons untuk pesta. Usai menikmati sabu, IM, RY dan Supandi keluar kamar 1707 untuk menuju kamar yang ada di lantai 5 tepatnya di kamar 0527.

Sorenya sekitar pukul 17.00 WIB, ketiga pelaku yang dari kamar 0527 kembali ke kamar korban serta HRD. Ternyata, Supandi mengetahui kondisi Agung sudah berlumuran darah lantaran mengalami luka tusuk dari senjata tajam pisau yang dibawa HRD. "Luka tusuknya banyak di bagian perut oleh HRD," jelasnya.

Meski korban sudah tidak berdaya, IM kembali memukul kepala korban pakai potongan besi. Supandi dan RY diminta untuk memegang masing-masing kaki korban agar tidak berontak. Setelah Agung tidak bernyawa, IM, RY dan Supandi menyeret tubuh korban ke dalam kamar mandi. RY lantas diminta membersihkan bercak darah korban yang ada di lantai.

"Dari keterangan Supandi waktu menghabisi korban, gadis yang dicintai sudah tidak ada di lokasi. Sebelum jam sewa habis, empat pelaku pergi dari apartemen," pungkasnya.

Seperti diketahui, setelah menangkap Supandi, kini polisi masih memburu tiga tersangka lain dengan korban Jamaludin alis Buta alias Agung Pribadi (40) warga Tritura Gang Angket RT 03 RW 04 Pontianak Timur, Kalimantan Barat. [kun]

Tag : pembunuhan

Komentar

?>