Kamis, 16 Agustus 2018

Polsek Pesantren Bebaskan Tersangka Narkotika, Ada Apa?

Sabtu, 26 Mei 2018 20:03:22 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Polsek Pesantren Bebaskan Tersangka Narkotika, Ada Apa?

Kediri (beritajatim.com) - Selama 89 hari ditahan, seorang tersangka kasus dugaan penyalahgunaan narkotika akhirnya dibebaskan. Ini terjadi pada Sriwoko (37) warga Desa Jarak, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.

Polsek Pesantren melepaskannya dari tahanan. Pembebasan tersangka diduga karena kepolisian tidak sanggup memenuhi bukti sejak masa penangkapan akhir Februari lalu.
Sriwoko ditahan polisi karena diduga melanggar Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Data yang berhasil dihimpun, Polsek Pesantren meringkus Sriwoko atas dugaan memiliki narkoba jenis sabu-sabu, Minggu (25/2/2018) lalu. Tersangka dibekuk ketika mengendarai sepeda motor dan melintas di Jalan Raya Bangsal Barat RS Baptis, Kota Kediri. Dalam penangkapan itu ditemukan narkoba jenis sabu dari kendaraannya.

Penangkapan Sriwoko didasarkan pada surat penangkapan Nomor : SP. Kap/06/II/2018/Polsek Pesantren, atas pertimbangan karena dua kali Sriwoko dipanggil ke kepolisian secara berturut-turut tidak datang tanpa memberi alasan.

Setelah ditangkap dan diperiksa, Sriwoko akhirnya ditahan di Mapolsek Pesantren. Namun sayangnya sejak penahanan hingga perpanjangan penahanan, diduga pihak kepolisian tak sanggup memenuhi sejumlah bukti.

Surya Safi'i, SH, selaku Kuasa Hukum Sriwoko, menyayangkan tindakan Polsek Pesantren atas penangkapan kliennya. Sebab dalam masa penyidikan tidak terdapat bukti."Fakta riilnya saat penyidikan hingga perpanjangan penahanan tersangka, penyidik kepolisian tidak bisa membuktikan bahwa tersangka melakukan pengedaran obat narkoba," ujarnya, Sabtu (26/5/2018).

Pihaknya menambahkan, atas kasus itu menyebabkan kliennya ditahan di Mapolsek Pesantren selama 89 hari. Bahkan dalam faktanya selama penyidikan terdapat tekanan jika kliennya dipaksa untuk mengakui perbuatan tersebut.

"Klien saya saat ditangkap diminta untuk mengakui bahwa narkoba yang ditemukan polisi itu miliknya. Padahal disini sebenarnya klien saya tidak tahu menahu adanya narkoba tersebut, namun diminta untuk mengakui," jelasnya.

Kanit Reskrim Polsek Pesantren, Iptu Panggayuh yang dihubungi wartawan ihwal pengeluaran Sriwoko, pada Jumat (25/5/2018) kemarin tidak berani menjawab. "Saya nggak berani berkomentar, langsung Kapolsek saja mas," tandasnya.

Hingga berita ini ditayangkan Kapolsek Pesantren Kompol ST Nurinsana Natsir saat dikonfirmasi melalui ponselnya belum menjawab. (nng/ted)

Komentar

?>