Sabtu, 20 Oktober 2018

Mayat Perempuan Dikubur Tanpa Dikhafani

Sunarti Dihabisi Karena Ancam Pelet Anak Pelaku

Senin, 21 Mei 2018 18:55:19 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Sunarti Dihabisi Karena Ancam Pelet Anak Pelaku

Kediri (beritajatim.com) - Motiv pembunuhan Sunarti (39) istri kontraktor kaya asal Sidoarjo, yang jasadnya dikubur tanpa dikafani terbongkar. Ibu dua anak ini dihabisi oleh selingkuhannya karena hendak menggaet anak pelaku menggunakan ilmu pelet.

Hal ini diakui Nur Kholik (43) tersangka. Tetangga korban ini diringkus petugas Satreskrim Polres Kediri dari rumahnya di Perumahan Tropodo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.

"Dia mengancam akan menyantet anak saya, yang lebih tampan dari saya, karena saya dianggap tidak bisa memuaskan nafsu seksualnya," aku Nur Kholik dalam pres rilis di Polres Kediri, Senin (21/5/2018).

Pembicaraan ini terjadi saat keduanya berada di dalam satu mobil. Selasa (15/5/2018) pagi, pasangan selingkuh ini bertemu di depan Sekolah Dasar Plemahan. Mereka kemudian berkeliling mencari hotel di wilayah Kediri.

"Dia (korban) minta hubungan seksual. Lalu kami mencari hotel di wilayah Kediri. Sebenarnya, di Pare ada hotel. Tetapi saya selalu menolak keinginannya untuk berhubungan badan," cerita Nur Kholik.

Di tengah perjalanan, mereka terlibat pembicaan tentang hubungan badan. Tetapi, pelaku selalu menolak diajak. Akhirnya, korban melontarkan kata-kata yang dianggap pelaku sebuah hinaan.

Korban mengatakan, pelaku tidak bisa memuaskan hasrat seksualnya. Sehingga, korban mengancam akan menggaet anak pelaku berusia 20 tahun dengan cara ilmu pelet supaya tunduk.

Perkataan korban membuat pelaku naik pitam. Seketika dia langsung mencekik leher korban menggunakan tangan kirinya. Akibatnya korban pun menjadi lemas.

Pelaku kemudian mematikan AC (air conditional) mobil dan menutup rapat kaca jendela mobil. Beberapa saat setelahnya, korban tewas karena kehabisan oksigen.

Mengetahui korbannya tewas, pelaku membawanya ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri. Tiba di pekuburan ini selepas isya.

Pelaku meminjam cangkul dari rumah bibinya yang kebetulan juga ada di desa setempat. Setelah itu, pelaku menggali tanah diatas makam lama milik warga. Dalamnya kurang lebih 30-40 centimeter.

Pelaku menurunkan korban dengan cara membopongnya. Lalu pelaku mengubur korban. Tetapi karena terburu-buru dan gelap karena malam hari, pelaku tidak tahu apabila satu kaki korban belum tertimbun sempurna.

Keesokan harinya, jasad korban ditemukan, setelah salah seorang petani yaitu Diono (58) warga Desa Tegowangi melihat ada satu kaki keluar diatas makam. Diono kemudian melaporkan penemuan ini kepada perangkat desa setempat.

"Saya tidak tahu jika satu kakinya belum tertimbun tanah karena memang terburu-buru. Selain itu gelap sekali. Setelah itu saya pergi," jelas Nur Kholik.

Guru Spiritual Suami Korban

Nur Kholik bukanlah orang asing bagi keluarga Sunarti dan suaminya Mukayat. Selain bertetangga di Sidoarjo, Nur Kholik adalah guru spiritual dari suami korban.

Kapolres Kediri AKBP Erick Hermawan mengatakan, tersangka dimintai tolongan suami korban untuk memata-matainya. Mengawasi korban karena dicurigai oleh sang suami berbuat serong.

Tetapi, Nur Kholik justru jatuh hati terhadap korban. Akhirnya, mereka terjerumus pada hubungan perslingkungan. Menurut pengakuan tersangka, hubungan asmara terlarang ini sudah berlangsung selama satu bulan terakhir.

Selama menjalin hubungan gelap, keduanya sering bertemu. Dalam pertemuan tersebut, Sunarti selalu mengajak tersangka berhubungan badan. Tetapi tersangka mengaku, menolak.

"Saya selalu menolaknya. Saya ingat pesan istrinya jika tidak boleh berhubungan badan dengan orang lain, atau merusak pagar ayu," kata Nur Kholik dihadapan polisi dan wartawan.

Tetapi Nur Kholik tidak menampik apabila sering bercumbu rayu dengan korban. "Kalau sekedar mencium saja sering. Tapi tidak pernah berhubungan badan. Itu yang membuat korban marah. Mengatakan, bahwa saya tidak bisa memuaskan nafsu seksualnya," terus Nur Kholik.

Kapolres mengatakan, untuk sementara Nur Kholik adalah pelaku tunggal dalam kasus pembunuhan Sunarti. Tetapi tidak menutup kemungkinan ada pelaku lainnya.

"Pada awalnya kita justru memeriksa suaminya. Kemudian mengembang kepada tersangka Nur Kholik ini. Sebenarnya tersangka kita tangkap sebelum 1X24 jam. Tetapi keterangannya berbelit-belit," jelas Kapolres.

Dalam kasus pembunuhan ini, polisi mengamankan barang bukti mobil korban, handphone tersangka, pakaian tersangka dan korban, pinset dan aroma terapi milik korban.

"Kami mengamankan barang milik korban berupa aroma terapi dan pinset. Alat pinset ini kita temukan dari belakang rumah tersangka. Alat tersebut dipakai tersangka membakar kartu ATM korban," jelas Kapolres.

Dalam mengembangkan kasus ini, polisi kesulitan, karena handphone (HP) korban telah dibuang semuanya. Hanya ada satu batrei HP yang diamankan polisi.

"Kami masih menunggu hasil kloning dari HP tersangka. Kita minta tolong Polda Jatim untuk membongkarnya. Tetapi karena di Polda saat ini ada beberapa kasus besar yang ditangani, kini masih menunggu," beber Kapolres.

Tersangka Nur Kholik kini mendekam di sel tahanan Mapolres Kediri. Dia dijerat dengan pasal 380 KUHP tentang pembunuhan junto pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. (nng/kun)

Komentar

?>