Selasa, 16 Oktober 2018

Hakim Tunda Vonis Gadis Penjual Bedak yang Bunuh Teman

Rabu, 16 Mei 2018 18:43:30 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Hakim Tunda Vonis Gadis Penjual Bedak yang Bunuh Teman

Malang (beritajatim.com) - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang menunda vonis terdakwa Nadia Fega Madona (19), warga Desa Kalisari, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, yang membunuh seorang Siswi SMK dan juga temannya sendiri.

Penundaan vonis ini disebabkan Ketua Majelis Hakim, Wiwin Arodawanti SH, belum siap membacakan vonis pada terdakwa. "Kami belum siap bacakan vonis terdakwa, sidang ditunda pekan depan," kata Wiwin dalam persidangan di PN Kepanjen Malang, Rabu (16/5/2018) sore.

Dalam persidangan di PN Kepanjen sebelumnya, terdakwa Nadia Fega Madona di tuntut JPU Kabupaten Malang, Ari Kuswadi SH, dengan 15 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider kurungan 3 bulan penjara. Tuntutan tersebut merupakan tutuntan maksimal sesuai UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU nomor 23 tahun 2002 tentangperlindungan anak. Dimana dalam persidangan terdakwa terbukti menganiaya hingga menghilangkan nyawa korbanya.

"Tuntutan itu sesuai dengan tindakan terdakwa dan terbukti di persidangan," beber Ari.

Terpisah, Penasehat Hukum terdakwa, Abdul Halim SH dalam pembelaan atas tuntutan JPU dirasa sangat memberatkan terdakwa. Ini dikarenakan dalam persidangan terungkap kalau terdakwa dalam tindakannya tersebut sebagai tindakan membela diri.

Ini setelah korban dan terdakwa sempat berkelahi cukup lama hingga berebut sajam pisau. Bila saja korban berhasil mendapatkan sajam pisau maka terdakwa dimungkinkan yang akan terbunuh.

"Kami sebagai penasehat hukum terdakwa mengharapkan vonis lebih ringan terhadap terdakwa. Karena selain masih berusia muda, terdakwa dipersidangan cukup akomodatif dan mengakui perbuatanya serta menyesal atas tindakan yang telah dilakukanya," Abdul Halim mengakhiri. (yog/ted)

Komentar

?>