Selasa, 22 Mei 2018

Sekali Kencan, Sang Mucikari Jual Wanita Cantik Ini Rp 5 Juta

Rabu, 09 Mei 2018 18:12:43 WIB
Reporter : Nyuciek Asih
Sekali Kencan, Sang Mucikari Jual Wanita Cantik Ini Rp 5 Juta

Surabaya (beritajatim.com) - Swan Love, seorang mucikari yang diamankan Subdit Siber Dirreskrimsus Polda Jatim karena memperdagangkan wanita dengan tarif berkisar diantara 1,5 juta rupiah hingga 5 juta rupiah.

Wadireskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara menyatakan, keuntungan diperoleh sang mucikari sebesar 35 persen dari tarif yang disepakati. Pelanggan menyetor uang terlebuh dahulu ke rekening atas nama Eka Ayu Febrianty, baru layanan jasa seks komersial diberikan anak buahnya sesuai dengan foto. "Jika orang yang didatangkan tidak sesuai dengan foto, maka Y memberikan foto lain," katanya.

Selama pengembangan kasus ini, tutur Arman, petugas mendapati dua wanita berinisial AI dan YIL tengah melakukan jasa seks komersialnya kepada dua laki-laki di Hotel Malibu Surabaya, tepatnya kamar nomor 105 dan 107, Senin (7/5/2018) kemarin. Keduanya mengaku dijual oleh Y. Petugas akhirnya menjadikan kedua wanita itu hanya sebagai saksi. "Kemudian kita kembangkan dengan satu tersangka Y, dimana dalam pengembangan ini kita sampai ke Bali," singkat Arman.

Terungkapnya kasus ini, telah menguak sejumlah fakta bahwa hanya dengan kendali media sosial, tersangka bisa menjual jasa layananan seks komersial dari ratusan wanita yang berasal dari 7 provinsi di Indonesia, antara lain Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Kalimantan.

Dari ratusan wanita yang diperjual belikan itu, Arman menegaskan tidak ada artis yang terlibat. Namun, kata dia, rata-rata wanita memiliki paras yang cantik sesuai permintaan para pelanggan.

Menurut pengakuan tersangka, bisnis esek-esek digelutinya sejak 2 tahun lalu dan dibuat oleh sebuah komunitas. Ia juga mengaku, dirinya yang biasa dipanggil Keiko tersebut juga pernah ditahan oleh Polrestabes Surabaya dalam kasus yang sama. "Saya kembali melakukan ini karena kebutuhan makan dan usaha saya," kata pelaku. [uci]

Komentar

?>