Minggu, 19 Agustus 2018

Operasi Tumpas 2018

Polres Malang Bekuk 46 Tersangka Narkoba

Kamis, 26 April 2018 15:17:21 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Polres Malang Bekuk 46 Tersangka Narkoba

Malang (beritajatim.com) - Sedikitnya 46 tersangka narkotika berhasil dibekuk jajaran Satnarkoba Polres Malang, Kamis (26/4/2018). Mereka ditangkap selama pelaksanaan Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2018 mulai tanggal 13 - 24 April. 

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung menjelaskan, 46 tersangka yang diamankan tersebut merupakan hasil ungkap dari 43 kasus. Yakni 30 kasus merupakan target operasi (TO) dan 13 kasus adalah non TO. 

"30 kasus yang masuk TO adalah kasus narkotika jenis sabu-sabu (SS), daun ganja kering dan ekstasi. Rinciannya sabu-sabu 27 kasus dengan 29 tersangka, ganja dua kasus dengan dua tersangka dan ekstasi satu kasus dengan satu tersangka," ungkap AKBP Yade Setiawan Ujung, Kamis (26/4/2018) pada awak media.

Sedang untuk kasus non TO, beber Ujung, yakni obat keras berbahaya atau pengedar pil koplo jenis dobel L. 

Terdapat 13 kasus dengan 14 tersangka. Semuanya merupakan hasil ungkap dari Satuan Reskoba Polres Malang serta Polsek jajaran. 

"Obat keras berbahaya yang kami amankan ini, semuanya adalah pengedarnya. Mereka melanggar Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Sedangkan untuk TO, sebagian besar adalah pemakai atau pengguna," ujarnya. 

Dari penangkapan itu, petugas menyita barang bukti dari para tersangka berupa ganja kering sebanyak 54,19 gram, sabu-sabu 15,4 gram, ekstasi sebanyak 2 butir dan pil koplo sebanyak 715 butir.

Ujung melanjutkan, untuk peredaran narkotika, hampir menyeluruh di 30 kecamatan yang masuk wilayah hukum Polres Malang. Ganja kering ada di dua kecamatan, yakni Sumbermanjing Wetan dan Kepanjen.

Kemudian sabu-sabu ada di-14 kecamatan. Yaitu, Kepanjen, Tirtoyudo, Kromengan, Wonosari, Turen, Jabung, Wajak, Singosari, Tajinan, Bululawang, Bantur, Pagelaran, Tumpang, Singosari dan Pakisaji. 

Sementara peredaran obat keras berbahaya atau pil koplo jenis dobel L ada di sebelas kecamatan. Yakni Kepanjen, Tirtoyudo, Kromengan, Wonosari, Tumpang, Jabung, Wajak, Singosari, Tajinan, Bululawang serta Bantur. 

Ditanya dengan masih tingginya peredaran narkotika di Kabupaten Malang, Ujung menegaskan sudah melakukan beberapa tindakan untuk menekannya. 

Selain penegakan hukum secara tegas dengan melakukan penangkapan, juga melakukan penyuluhan dan pencegahan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kabupaten Malang. 

"Sudah kami sampaikan ke Dinas Pendidikan dan Kemenag untuk memasukkan anti narkotika dalam kurikulum pendidikan," Ujung mengakhiri. (yog/ted)

Komentar

?>