Rabu, 23 Mei 2018

Produksi Arak, Empat Pelaku Dibekuk Polisi

Kamis, 26 April 2018 07:18:29 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Produksi Arak, Empat Pelaku Dibekuk Polisi

Bojonegoro (beritajatim.com) - Satreskrim Polres Bojonegoro mengamankan empat orang yang diduga sebagai pengedar dan memproduksi minuman keras (miras) jenis arak. Penangkapan berawal dari pengembangan hasil operasi kendaraan bermotor di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro.

Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli mengatakan, penangkapan keempat tersangka berawal dari tertangkapnya dua tersangka yaitu HD (46) warga Desa Jeruk Gamping, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo dan IC (42) warga Desa Ngarjo, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Keduanya diamankan karena terkena razia kendaraan bermotor di Desa Banjarsari, Bojonegoro, pada Senin 23 April 2018 sekitar pukul 11.00 WIB. Keduanya diamankan saat mengendarai mobil Jenis Daihatsu Terios warna hitam nomor polisi L-1923-LS yang bermuatan minuman keras jenis Arak sebanyak 25 Dus. Setiap dusnya berisi 12 botol berisikan 1,5 Liter arak.

"Setelah mereka ditangkap anggota Sat Lantas kemudian diserahkan kepada Satreskrim dan dilakukan pengembangan," ucap Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli, Rabu (24/4/2018).

Dari hasil pengembangan, dua tersangka lain berhasil diamankan. Keduanya, TD (67) warga Desa Plumpang Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban, selaku pemasok minuman keras jenis arak dan BS (37) warga Kelurahan Gedungombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, selaku perantara yang menjual arak dari TD kepada HD (46).

Dari pengakuan TD, sebelum dijual, arak ditampung terlebih dahulu di salah satu rumah milik warga di Desa Sendangrejo, Kabupaten Tuban. Namun setelah anggota mendatangi lokasi tersebut, didapatkan bahwa di pekarangan belakang rumah terdapat pabrik minuman keras jenis arak.

"Mereka belum sempat memproduksi, namun dari lokasi anggota berhasil mengamankan sejumlah barang bukti," terang Kapolres.

Barang bukti yang diamankan diantaranya 25 dus arak 12 Botol yang tiap botol berisi 1,5 liter, satu unit mobil jenis Daihatsu Terios No Pol L 1923 LS warna hitam, 40 tong warna biru (kosong), 450 botol kosong, 33 bungkus besar gula merah, 55 buah tabung gas elpiji 3 Kg, satu set alat suling dan uang tunai sebesar Rp8 juta.

"Tersangka dikenakan Pasal 204 Jo Pasal 55 KUHP dan Pasal 140 No 18 tahun 2012 tentang Pangan, ancaman hukuman pidana penjara selama-lamanya 15 tahun," pungkasnya. [lus/suf]

Tag : miras

Komentar

?>