Jum'at, 25 Mei 2018

Jelang Pensiun, Kajati Hentikan Penyidikan Korupsi Gelora Pancasila

Rabu, 25 April 2018 15:40:16 WIB
Reporter : Nyuciek Asih
Jelang Pensiun, Kajati Hentikan Penyidikan Korupsi Gelora Pancasila

Surabaya (beritajatim.com) - Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur selain meneken status perkara dugaan korupsi Program Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) dari penyelidikan ke penyidikan, juga menek penghentian penyidikan kasus dugaan penyalahgunaan aset Pemkot Surabaya, yaitu Gelora Pancasila.

Menurut Maruli, tak perlu lagi kasus ini diproses secara hukum sebab pihaknya sudah mengembalikan aset Pemkot tersebut senilai Rp 184 milyar. Terlebih lagi pihaknya juga kesulitan mencari saksi yang sudah banyak meninggal.

"Selain itu surat-suratnya juga nggak tahu kemana, jadi kemungkinan kita hentikan. Terlebih lagi ini sifatnya masih penyidikan umum, belum ada tersangkanya," ujar Maruli, Rabu (25/4/2018).

Masih menurut Maruli, kasus korupsi pokok utamanya adalah menyelamatkan uang negara. Jadi tidak harus menghukum badan seseorang kalau uang negara sudah berhasil diselamatkan.

Maruli kembali mempertegas bahwa kasus ini akan dihentikan penyidikannya dan akan dia tanda tangani Sebelum masa jabatannya habis.

Sebelumnya, Tim penyidik pidana khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Timur mencekal tiga pengusaha Surabaya yakni Prawiro Tedjo, Ridwan Soegijanto Harjono dan Wenas Panwell. Ketiganya dicekal terkait kasus

Kasi Penkum Kejati Jatim Richard Marpaung membenarkan adanya pencekalan tersebut. Ketiganya dianggap berperan dalam kasus penyalahgunaan aset yang diperkirakan merugikan negara sebesar Rp 183 miliar tersebut.

Menurut Richard, pencekalan ketiganya bertujuan untuk memudahkan proses pemeriksaan dan juga penyidikan yang bersangkutan. "Supaya mempermudah penyidikan," ujar Richard.

Kasus ini bermula dari laporan Wali Kota Tri Rismaharini ke sejumlah penegak hukum, mulai dari Kejaksaan, Kepolisian hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Risma melaporkan adanya dugaan penyalahgunaan 11 aset Pemkot Surabaya, di mana beberapa di antaranya dalam upaya kasasi.

Adapun 11 aset itu diantaranya adalah Gelora Pancasila, Waduk Wiyung, Jalan Upa Jiwa yang diklaim Marvell City, PDAM Surya Sembada Jalan Basuki Rahmat, dan Kolam Renang Brantas. [uci/kun]

Berita Terkait

    Komentar

    ?>