Sabtu, 20 Oktober 2018

Keterangan Guru Besar UGM Sudutkan Prof Lanny

Selasa, 24 April 2018 15:14:45 WIB
Reporter : Nyuciek Asih
Keterangan Guru Besar UGM Sudutkan Prof Lanny

Surabaya (beritajatim.com) - DR Djoko Sukisno SH CN memberikan keterangan sebagai ahli kenotariatan dalam sidang pemalsuan akta otentik berupa cover notes dengan terdakwa Prof DR Lanny Kusumawati Dra SH Mhum, Selasa (24/4/2018).

Ahli yang juga guru besar Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta ini memberikan keterangan seputar tugas dan kewenangan seorang notaris.

"Kewenangan notaris hanya satu, yaitu membuat akta autentik," ujar pria kelahiran Jogjakarta ini.

Saat ditanya hakim Maxi Sigarlaki apakah membuat cover notes merupakan kewenangan notaris, menurut ahli membuat cover notes bukanlah kewenangan notaris. Sebab cover notes bukanlah termasuk akta autentik.

"Cover notes hanya sebuah surat keterangan dan untuk mengeluarkan cover notes biasanya berdasarkan permintaan," ujarnya.

Ahli menambahkan, cover notes dibuat ketika sebuah dokumen dalam proses, namun apabila sudah diproses maka tidak perlu dibuat cover notes.

Terkait dengan permintaan salah satu pihak untuk membuat cover notes, menurut ahli Notaris mempunyai kewenangan menolak permintaan tersebut selama notaris tidak memiliki data atau data yang diberikan salah.

Hakim Maxi kemudian menunjukkan surat Surat Nomor: AHU.2-AH.01.09-9815 tanggal 03 Oktober 2012 yang dikeluarkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) Republik Indonesia Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum menegaskan, PT Raja Subur Abadi dan PT Perusahaan Dagang Industri, Perhotelan, Pembangunan dan Pengangkutan Subur Abadi Raja atau dapat disebut juga dengan nama PT Subur Abadi Raja, d/h N.V.Eng Tjhiang v/h Van Asperen & Van Rooy, masing-masing merupakan perseroan yang berstatus sebagai badan hukum dan berdiri sendiri.

"Atas adanya surat tersebut, saya sependapat bahwa PT Subur Abadi Raja dan dengan PT Raja Subur Abadi adalah dua subjek hukum yang berbeda," ujarnya.

Hakim Maxi kemudian mempertegas dengan menyatakan bahwa PT Subur
Abadi Raja konon katanya sudah dicari namun tidak diketemukan dan sudah berganti kepemilikan lalu dibuatlah PT Raja Subur Abadi, ahli kembali menegaskan bahwa itu adalah dua subjek hukum yang berbeda.

Sementara JPU Ali Prakoso mempertegas pada ahli apakah adanya kesalahan produk yang dibuat seorang notaris bisa merugikan profesi notaris?

"Semua produk notaris apapun produknya kalau itu membuat kesalahan maka akan menciderai profesi notaris. Entah itu mengenai sikap atau produk apapun maka itu menciderai profesi notaris," ujarnya.

Perlu diketahui, Prof. Dr Lanny Kusumawati Dra SH Mhum ditetapkan tersangka atas laporan Suwarlina Linaksita ke Polrestabes Surabaya. Dia dituding memberikan keterangan palsu pada akte otentik berupa cover notes dan kemudian surat keterangan perihal cover notes tersebut digunakan seseorang yang bernama Eka Ingwahjuniarti untuk mengeksekusi rumah dan tanah yang berlokasi di Jalan Kembang Jepun 29 Surabaya, yang ditempati pelapor sejak tahun 1931 tersebut.

Wang Suwandi, juru bicara keluarga Suwarlina Linaksita dan Bambang Soephomo mengatakan, Surat Keterangan Perihal Cover Notes  Nomor : 35/L.K/III/2012 tanggal 16 Maret 2012 dan Surat Keterangan Perihal Cover Notes Nomor : 7/L.K/2014 tanggal 6 Maret 2014 yang dikeluarkan Prof Dr Lanny Kusumawati Dra SH Mhum dan dipergunakan Eka Ingwahjuniarti sebagai bukti dalam perkara gugatan perdata Nomor: 1064/Pdt.G/2013/PN.Sby tanggal 01 Oktober 2014 adalah tidak benar.

Lebih lanjut Wang menjelaskan, merujuk Surat Nomor: AHU.2-AH.01.09-9815 tanggal 03 Oktober 2012 yang dikeluarkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) Republik Indonesia Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum menegaskan, PT Raja Subur Abadi dan PT Perusahaan Dagang Industri, Perhotelan, Pembangunan dan Pengangkutan Subur Abadi Raja atau dapat disebut juga dengan nama PT Subur Abadi Raja, d/h N.V.Eng Tjhiang v/h Van Asperen & Van Rooy, masing-masing merupakan perseroan yang berstatus sebagai badan hukum dan berdiri sendiri. [uci/but]

Tag : penipuan

Komentar

?>