Kamis, 24 Mei 2018

Imam Sugiri Minta Desmond Mahesa untuk Tabayun

Jum'at, 20 April 2018 21:45:22 WIB
Reporter : M. Ismail
Imam Sugiri Minta Desmond Mahesa untuk Tabayun

Sidoarjo (beritajatim.com) - Pernyataan Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond J Mahesa yang mempermasalahkan Bupati Sidoarjo H. Saiful llah seolah menjadi ikon dan marketing  PT Sipoa Apartement dalam menggaet pembeli, mendapat tanggapan dari Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah Sidoarji H. Imam Sugiri.

Kadinda Sidoarjo H. Imam Sugiri meminta Desmond terlebih dahulu untuk tabayun sebelum memberikan statemen terkait Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah dalam soal PT Sipoa. Alasannya, hal itu bakal berdampak pada reputasi dan preseden buruk masuknya investor ke Kabupaten Sidoarjo.

H. Imam Sugiri juga menyikapi beredarnya kabar pemanggilan Bupati Sidoarjo oleh komisi III DPR RI. Pernyataan anggota komisi III DPR RI yang menyatakan Bupati Sidoarjo tidak sepatutnya menjadi marketing PT Sipoa Group, harusnya tidak keluar begitu saja.

"Apalagi, kemarin dia (Desmon) berkunjung ke Polda Jatim dan Unair Surabaya, kenapa tidak coba tabayyun dulu ke Bupati Sidoarjo. Surabaya dengan Sidoarjo kan dekat," katanya, Jumat (21/4/2018).

Imam Sugiri menjelaskan seorang bupati bukan hanya sebagai kepala pemerintahan, tapi juga berkewajiban dan bertanggungjawab atas keberadaan wilayahnya. Termasuk memajukan semua potensi yang ada didalamnya. Pihaknya mencontohkan adanya ribuan UMKM yang ada di Sidoarjo juga tidak lepas dari peran serta keberadaan Bupati.

"Kita tahu industri kulit INTAKO yang beberapa tahun lalu mengalami kemunduran karena dampak luapan lumpur, saat ini sudah bisa berkembang lagi, dan itu juga atas promosi yang dilakukan bupati. Jadi, bukan hanya PT Sipoa Group," jelas
mantan Ketua DPD PAN Sidoarjo itu.

Sebelumnya, Wakil Anggota Komisi III, Desmon J Mahesa berencana memanggil Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah terkait kasus yang menimpa Sipoa Grup. Rencana pemanggilan itu setelah dirinya melakukan audiensi dengan ratusan korban (customer) yang merasa ditipu atas apartemen yang dibelinya melalui PT Sipoa Group.

Kata Desmon, berdasarkan penyampaian dalam audiensi, banyak hal-hal yang perlu ditindaklanjuti oleh kepolisian terkait kasus tersebut. Apalagi, saat ini marak terjadi penipuan berkedok investasi. Ia mengaku akan menjadwalkan hearing terkait kasus PT Sipoa Group dan memanggil semua pihak yang terlibat ataupun tahu banyak soal itu.

"Kami akan memanggil semua pihak-pihak ke Jakarta. Misalnya, Bupati Sidoarjo. Dia bilang di TV bahwa bangunannya sudah siap. Hari ini kami lihat tidak sesuai dengan omongan Pak Bupati tersebut," tandasnya.

Desmond mengatakan, berdasarkan penilaian Komisi III, Saiful Ilah bertindak seolah-olah jadi tim pemasaran untuk produk Sipoa. "Pak Bupati selain ada juga brosur, ternyata juga jadi seperti tim marketing, tidak seperti jadi bupati dan melakukan pembelaan pada PT Sipoa ini," kata politikus Partai Gerindra itu.

Seperti diketahui, kasus Sipoa Group mencuat sejak awal 2018 lalu. Ratusan korban customer merasa ditipu karena belum mendapatkan hunian rumah atau apartemen yang dijanjikan. Padahal, mereka telah membayar cicilan masing-masing antara puluhan sampai ratusan juta rupiah.

Cek pengganti yang diberikan pihak Sipoa pun juga kebanyakan kosong. Kini, kasusnya sudah ditangani Mapolda Jatim. Bahkan, dua pimpinan perusahaan sudah ditetapkan sebagai tersangka, Yakni BS dan KSC. [isa/but]

Tag : penipuan

Komentar

?>