Minggu, 19 Agustus 2018

Usai Bantai Korban, Rampok Sadis Bawa Kabur Emas

Kamis, 19 April 2018 13:53:54 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Usai Bantai Korban, Rampok Sadis Bawa Kabur Emas

Malang (beritajatim.com) - Hingga Kamis (19/4/2018) siang Tim Jatanras Satreskrim Polres Malang disebar untuk meringkus tersangka pembunuh Siti Hotijah (90), warga Jalan Kenanga, Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Selain Hotijah yang meregang nyawa tadi malam, aksi kekerasan itu juga melukai pembantu rumah tangga atas nama Winarsih (50) dan anak kandung Winarsih berinisial RO yang masih berumur 14 tahun.

Kondisi Winarsih dan putrinya RO, kini masih dalam penanganan medis di rumah sakit. Kedua korban mengalami luka cukup serius di bagian wajah dan kepala. Winarsih dan RO ditemukan tergeletak di kamar dan ruang belakang rumah oleh Efitasari (18).

Efita adalah saksi pertama kali yang masuk ke dalam rumah dan menemukan Winarsih selaku ibu kandungnya, RO dan Siti Hotijah. Sehari-hari Efitasari juga tidur di rumah Siti Hotijah bersama Winarsih dan RO adiknya.

Sekitar pukul 20.30 wib sepulang kerja, Efita mengetuk pintu rumah dan memanggil nama ibunya. "Biasanya saya ketuk pintu ibu langsung datang, kok ini gak dibuka-buka pintunya. Lalu saya jalan ke samping rumah. Masuk pintu barat, tidak dikunci. Pas masuk rumah lampu padam, tapi teve kok menyala. Saya panggil-panggil ibu tapi gak ada jawaban," terang Efitasari.

Efita baru terperanjat saat menyalakan lampu. Ternyata, ada bekas darah cukup banyak di lantai. Ia lalu mendapati ibu kandungnya sudah terkapar bersimbah darah di kamar.

"Ibu saya masih sempat minta minum. Setelah itu pingsan. Saya lalu cari keberadaan Mbah Uti (Siti Hotijah, red), ternyata mbah Uti sudah terkapar di lantai pintu kamar belakang," beber Efitasari.

"Saya lalu telpon Pak Marjuki, cucu dari mbah Uti. Sambil menunggu Pak Marjuki datang, saya cari adik saya dimana. Ternyata ada jejak kaki sampai ke belakang rumah. Adik saya tergeletak di ruang belakang rumah dalam kondisi pingsan. Baru setelah itu Pak Marjuki datang dan membawa semua korban ke rumah sakit," tutur Efitasari.

Sebanyak 8 orang saksi termasuk Efitasari kini diminta keterangan Satreskrim Polres Malang. Tim Resmob Polres Malang diturunkan untuk melacak dan meringkus pelaku.

"Doakan pelakunya segera ketangkap. Sudah ada arah," tambah Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung.

Sementara itu, Nuril Indah Cahya (25), saksi sekaligus cucu dari korban meninggal dunia yang sempat masuk ke dalam rumah beberapa jam sebelum aksi pembantaian menuturkan, dirinya berada di dalam rumah untuk mampir dan menjenguk nenek Siti Hotija. Nuril lalu pulang keluar rumah setelah Mahgrib.

"Saya diperiksa sebagai saksi hari ini. Saya keluar rumah setelah mahgrib," aku Nuril.

Ia melanjutkan, ada beberapa perhiasan emas milik umik yang hilang. Berupa gelang emas dan cincin emas seberat 50 gram. "Ada perhiasan emas yang dipakai nenek hilang. Kalau gelang seperti rantai di tangan kanan masih ada. Cuma ada bekas seperti hendak dilepas paksa pelakunya," ujar Nuril.

Dia menambahkan, masih sempat minum teh yang dibuatkan oleh pembantunya sekaligus korban Winarsih. "Saat itu saya sempat minum teh juga. Dibuatkan Mbak Win pembantu umik. Setelah itu saya pulang," Nuril mengakhiri. [yog/but]

Komentar

?>