Sabtu, 22 September 2018

Pembantaian Sadis di Malang, 1 Meningggal, 2 Luka Parah

Kamis, 19 April 2018 12:18:27 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Pembantaian Sadis di Malang, 1 Meningggal, 2 Luka Parah

Malang (beritajatim.com) - Tiga orang penghuni rumah di Kabupaten Malang, menjadi korban kekerasan. Diduga, ketiga korban ini mengalami kekerasan fisik oleh tersangka sebelum akhirnya kabur melalui pintu belakang rumah.

Aksi sadis yang diduga bermotif pencurian dengan kekerasan ini, menimpa Hj.Siti Hotijah (90), warga Jalan Kenanga, Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Rabu (18/4/2018) malam.

Akibat kejadian itu, Hotijah yang dikenal petani tebu kaya di desa setempat, meninggal dunia tadi malam. Hotijah mengalami luka cukup parah di bagian wajah. Terdapat luka sabetan benda tajam dibagian dahi sebelah kiri.

Selain Hotijah, pembantu rumah di tempat itu, Winarsih (50), juga mengalami luka serius. Ironisnya, anak kandung Winarsih berinisial RO yang masih berumur 14 tahun, turut menjadi korban. Winarsih dan RO mengalami luka memar dan bengkak di bagian wajah dan rahang. Ibu dan anak itu kondisinya masih kritis.

"Ibu masih dirawat di RSI Gondanglegi. Kalau adik saya ada di RSSA Malang sekarang," ungkap Efitasari (18), saksi sekaligus anak dari Winarsih, Kamis (19/4/2018) pada beritajatim.com.

Efitasari adalah saksi pertama yang melihat kejadian itu. Meski bukan dari keluarga Siti Hotijah, Winarsih yang juga ibu kandung Efitasari, bekerja sebagai pembantu rumah tangga sekaligus menjaga dan merawat korban Hotijah.

Sehari-hari Efitasari juga tidur di rumah Siti Hotijah bersama Winarsih dan RO adiknya. Sekitar pukul 20.30 wib sepulang kerja, Efita mengetuk pintu rumah dan memanggil nama ibunya.

"Biasanya saya ketuk pintu ibu langsung datang, kok ini gak dibuka-buka pintunya. Lalu saya jalan ke samping rumah. Masuk pintu barat, tidak dikunci. Pas masuk rumah lampu padam, tapi teve kok menyala. Saya panggil-panggil ibu tapi gak ada jawaban," terang Efitasari.

Efita baru terperanjat saat menyalakan lampu. Ternyata, ada bekas darah cukup banyak dilantai. Ia lalu mendapati ibu kandungnya sudah terkapar bersimbah darah di kamar. "Ibu saya masih sempat minta minum. Setelah itu pingsan. Saya lalu cari keberadaan Mbah Uti (Siti Hotijah-red), ternyata mbah Uti sudah terkapar di lantai pintu kamar belakang," beber Efitasari.

"Saya lalu telpon Pak Marjuki, cucu dari mbah Uti. Sambil menunggu Pak Marjuki datang, saya cari adik saya dimana. Ternyata ada jejak kaki sampai ke belakang rumah. Adik saya tergeletak di ruang belakang rumah dalam kondisi pingsan. Baru setelah itu Pak Marjuki datang dan membawa semua korban ke rumah sakit," tutur Efitasari.

8 orang saksi termasuk Efitasari kini diminta keterangan Satreskrim Polres Malang. Tim Resmob Polres Malang diturunkan untuk melacak dan meringkus pelaku.
"Doakan pelakunya segera ketangkap. Sudah ada arah," tambah Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung.

Diduga, korban mengalami kekerasan fisik akibat aksi seorang pencuri yang masuk ke dalam rumah. Namun, saat ditanya hasil olah TKP sementara, Kapolres Malang mengaku tidak ada barang yang hilang. "Tidak ada barang yang hilang," kata Ujung mengakhiri. [yog/but]

Komentar

?>