Rabu, 18 Juli 2018

Ngawur Tenan, Menantu Curi BPKB Mertua Sendiri

Selasa, 17 April 2018 17:08:47 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Ngawur Tenan, Menantu Curi BPKB Mertua Sendiri

Malang (beritajatim.com) - Seorang menantu di Kabupaten Malang nekat mencuri BPKB motor milik mertuanya sendiri. Pelaku atas nama M.Muhin aliaz Sulton Ali Syabana (32), warga Jalan Raya Sudimoro desa Bakalan RT 14 RW 04, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Akibat perbuatannya itu, Sulton kini harus mendekam di tahanan Polsek Bululawang.

Dari hasil pemeriksaan, selain mencuri BPKB, tersangka juga menggelapkan motor milik mertuanya sendiri, yang bernama Rosidi (58). Penggelapan dilakukan dua bulan lalu.

Kanit Reskrim Polsek Bululawang Iptu Rony Margas, Selasa (17/4/2018) menjelaslan, kasus ino bermula pada awal bulan Maret 2018 lalu. Saat itu, Muhin menemui mertuanya dengan maksud meminjam sepeda motor. Karena Muhin adalah anak menantunya, Rosidi pun meminjamkan motor matic miliknya Honda Vario nopol N 3007 EQ, yang platnya diganti menjadi N 5197 DN.

Muhin beralasan meminjam motor tersebut untuk bekerja. “Setelah dua bulan, korban akhirnya meminta motor itu kembali kepada pelaku. Namun, dengan alasan motor masih di bengkel, pelaku tidak mengembalikan motor yang dipinjam ini,” kata Rony Margas.

Saat mertuanya menagih sepeda motor, Muhin beralasan bahwa motor itu sedang berada di bengkel. Setelah diusut, Muhin tidak lagi menguasai kendaraan tersebut. Dari keterangan pelaku, motor milik sang mertua telah digadaikan dengan harga Rp 3,5 juta.

Tak hanya itu, pelaku ternyata juga sudah mencuri BPKB dari kendaraan yang sudah digadaikan tersebut.

Setelah mencuri BPKB dari dalam lemari Rosidi, Muhin langsung menggadaikan surat tersebut seharga Rp 3,5 juta. Mertua yang sudah tak tahan dengan ulah Muhin, akhirnya melaporkan peristiwa ini kepada Polsek Bululawang pada 13 April 2018 lalu.

Sehari kemudian, Unit Reskrim Polsek Bululawang gabungan tim buser berhasil meringkus pelaku di kediamannya di Jalan Raya Sudimoro Bakalan. Saat penangkapan, tersangka masih berstatus suami dari anak perempuan korban Rosidi. Bahkan, istrinya juga masih mengandung 7 bulan.

“Pelaku dikenakan tiga pasal sekaligus, yakni tentang pencurian 362 KUHP, 372,378 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan. Saat ini, proses penyidikan sedang berlangsung,” pungkas Rony Margas. [yog/but]

Tag : pencurian

Komentar

?>